- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengupayakan keberlanjutan Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di tengah meningkatnya harga pakan ternak yang membebani keluarga penerima manfaat (KPM). Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah skema subsidi pakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PT Asri Dharma Sejahtera (ADS).
Skema tersebut dirancang sebagai bentuk intervensi untuk menjaga stabilitas usaha peternak penerima manfaat agar tetap mampu berproduksi, sekaligus mengurangi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga pakan yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, mengatakan pihaknya telah menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan tersebut melalui pemanfaatan dana CSR perusahaan. Saat ini, mekanisme penyaluran subsidi masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro agar implementasinya tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi para peternak.
Untuk skema masih dimatangkan dalam diskusi dengan Dinas Peternakan. Kalau sudah disepakati, nanti akan kami sampaikan," ujar Mohammad Kundori, Senin (6/7/2026).
Selain menyiapkan subsidi melalui CSR, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melakukan langkah lanjutan dengan menjajaki komunikasi langsung kepada sejumlah pemasok pakan. Upaya tersebut bertujuan memperoleh harga pakan yang lebih kompetitif sehingga ke depan para peternak Program Gayatri dapat memperoleh bahan baku utama dengan biaya yang lebih terjangkau.
Baca juga:
Di sisi lain, kondisi pasar mulai menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Harga telur hasil produksi peserta Program Gayatri dilaporkan mengalami kenaikan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Meski volume produksi relatif stabil, membaiknya harga jual memberikan tambahan optimisme bagi para peternak.
Soleh, salah seorang KPM Program Gayatri, mengaku mulai merasakan perubahan tersebut.
Produksi masih tetap, tapi harga sudah berangsur membaik," katanya.
Bagi para penerima manfaat, rencana subsidi pakan melalui CSR menjadi harapan baru untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Mereka berharap proses pembahasan segera rampung sehingga kebijakan tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai keberhasilan Program Gayatri tidak hanya bergantung pada aspek produksi, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan BUMD melalui program CSR dipandang sebagai bentuk sinergi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan skala rumah tangga.
Dengan dukungan pemerintah daerah, BUMD, serta pelaku usaha, berbagai kendala yang muncul di lapangan diharapkan dapat dideteksi dan diselesaikan lebih cepat. Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan Program Gayatri sekaligus memperkuat ekonomi mikro masyarakat Bojonegoro di tengah dinamika harga komoditas peternakan.