- Oleh : Redaksi
SRAGEN – Komitmen menjaga ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui sinergi antara TNI dan masyarakat. Di Kabupaten Sragen, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, jajaran Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen aktif mendampingi petani dalam mempercepat musim tanam sebagai upaya mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan beras.
Pada Kamis (16/7), Babinsa Desa Brangkal, Sertu Azis, bersama personel Koramil turun langsung ke areal persawahan di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, mendampingi para petani menanam padi. Kehadiran aparat teritorial tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan TNI terhadap sektor pertanian, tetapi juga bagian dari strategi mempercepat masa tanam agar siklus produksi pangan berjalan sesuai target.
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa turut berinteraksi dengan para petani untuk memantau kondisi lahan, memastikan ketersediaan air irigasi, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat proses budidaya. Pendekatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar permasalahan di lapangan dapat segera ditangani melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Sertu Azis menegaskan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan musim tanam sangat menentukan tingkat produktivitas panen yang pada akhirnya berdampak terhadap stabilitas pasokan pangan.
Baca juga:
Kami ingin petani tidak berjalan sendiri. Kehadiran Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Jika tanam berjalan tepat waktu, peluang memperoleh hasil panen yang maksimal juga semakin besar," ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan musim tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan produksi beras, terutama di tengah dinamika perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi pola tanam. Oleh karena itu, kolaborasi antara Babinsa, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Apresiasi terhadap pendampingan tersebut disampaikan Sukino, salah seorang petani Desa Brangkal. Ia menilai kehadiran Babinsa memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga membangun semangat dan optimisme petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.
Babinsa selalu hadir setiap musim tanam. Kehadiran mereka memberi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi sehingga Desa Brangkal dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kabupaten Sragen," katanya.
Pendampingan yang dilakukan Koramil 15/Gemolong mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Dengan memastikan proses tanam berlangsung tepat waktu, diharapkan produktivitas lahan tetap terjaga dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi TNI, setiap hektare sawah yang berhasil ditanami bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan bagian dari investasi strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, sinergi antara aparat dan petani diharapkan terus menjadi fondasi dalam memperkuat kemandirian pangan, sekaligus memastikan sektor pertanian tetap menjadi penyangga utama perekonomian daerah.