Home Nasional

Blora Dorong Profesionalisme SDM Konstruksi, Antusiasme Peserta Uji Kompetensi Melampaui Target

by Media Rajawali - 09 Oktober 2025, 21:02 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Blora – Upaya Pemerintah Kabupaten Blora dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), program Uji Kompetensi Tukang Batu dan Petugas Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) Jenjang 1 dan 3) sukses menarik minat peserta hingga dua kali lipat dari target yang ditetapkan.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. “Kami sangat bersyukur. Target minimal peserta kami adalah 150 orang, namun yang hadir hari ini mencapai 300 orang,” ungkap Hudda, Rabu (8/10/2025).

Antusiasme ini, lanjutnya, menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kompetensi dan sertifikasi di bidang konstruksi. Meskipun sebagian besar peserta berasal dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum. “Dengan demikian, jangkauannya lebih luas dan memberi peluang bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan keterampilan mereka,” tambahnya.

Hudda menjelaskan bahwa kegiatan uji kompetensi ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian PUPR Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan karena Dinas PUPR Kabupaten Blora berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional pada 2024 untuk kategori jasa di bidang konstruksi.

“Keberhasilan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam pengembangan kapasitas SDM konstruksi di daerah. Tahun ini kami tidak hanya mempertahankan program ini, tetapi juga menargetkan peningkatan kualitas dan jangkauan hingga 2026,” jelasnya.

Baca juga:

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sertifikasi tersebut menjadi aspek krusial dalam memastikan tenaga konstruksi memiliki standar profesionalisme yang sesuai dengan regulasi nasional.

Dengan bekal pelatihan dan sertifikasi yang memadai, para tukang dan tenaga kerja diharapkan dapat bekerja dengan tingkat keamanan tinggi, efisien, serta menghasilkan pekerjaan konstruksi yang lebih berkualitas. “Harapan kami, pelatihan ini akan menciptakan tenaga kerja konstruksi yang profesional dan kompeten di masa depan,” ujar Hudda.

Program peningkatan kompetensi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi SDM konstruksi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dalam mendukung pembangunan nasional.

Dengan semakin banyak tenaga konstruksi tersertifikasi, Kabupaten Blora berpotensi menjadi salah satu daerah percontohan dalam pembinaan tenaga kerja konstruksi berbasis kompetensi di Jawa Tengah.

“Blora tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusianya. Karena tanpa SDM yang kompeten, kualitas infrastruktur tidak akan pernah optimal,” tegas Hudda.

Melalui pendekatan berkelanjutan dan sinergi dengan pemerintah pusat, Blora meneguhkan komitmennya untuk membentuk ekosistem konstruksi yang profesional, aman, dan berstandar tinggi, sebuah langkah nyata menuju tata kelola pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.

Share :