Home Daerah

BNC Diganti Bojonegoro Bahagia Car Free Night, Pemkab Libatkan 100 UMKM dan Gelar Pagelaran Sandur

by Media Rajawali - 21 Oktober 2026, 17:11 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengganti agenda Bojonegoro Night Carnival (BNC) dengan kegiatan Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Pagelaran Sandur yang akan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Alun-Alun Bojonegoro. Perubahan agenda tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, termasuk kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia dan kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Bojonegoro.

Meski konsep acara mengalami perubahan, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus menjaga perputaran ekonomi lokal. Melalui kegiatan ini, lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan dilibatkan untuk memasarkan produk kuliner dan jajanan khas Bojonegoro.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, kegiatan hiburan tetap perlu diselenggarakan, tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan situasi dan rasa empati terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Kita tetap menyelenggarakan hiburan bagi masyarakat,” tegasnya.

Berbeda dengan konsep karnaval sebelumnya, Bojonegoro Bahagia Car Free Night dirancang sebagai pesta rakyat yang mengedepankan kebersamaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sinergi Disbudpar dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Salah satu agenda utama yang disiapkan ialah pembagian makanan dan jajanan gratis melalui kupon. Produk yang dijual pelaku UMKM akan dibeli dengan dukungan berbagai pihak, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang memperoleh kupon. Skema tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang datang menikmati acara.

Panitia menyiapkan sekitar 5.100 kupon untuk masyarakat. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila terdapat dukungan tambahan dari para pengusaha di Bojonegoro. Pembagian kupon dijadwalkan mulai pukul 18.00 WIB di pintu masuk Alun-Alun Bojonegoro, tepatnya di depan kantor Bakorwil.

Masyarakat yang hadir bersama keluarga dapat memperoleh kupon sesuai jumlah anggota keluarga yang datang. Dengan mekanisme tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat dinikmati lebih banyak warga secara tertib.

Baca juga:

Elzadeba menjelaskan, masyarakat yang memiliki kupon dapat menukarkannya dengan makanan dan jajanan dari stan UMKM yang berada di dalam kawasan alun-alun. Sementara itu, pengunjung tetap dapat membeli berbagai produk kuliner lainnya yang dijajakan di sepanjang jalan sekitar alun-alun.

Selain mendorong transaksi ekonomi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas ruang promosi bagi produk lokal. Keterlibatan puluhan pelaku usaha menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, agar tetap bergerak melalui kegiatan publik yang melibatkan banyak pengunjung.

Tidak hanya berfokus pada kuliner, Bojonegoro Bahagia Car Free Night juga menghadirkan Pagelaran Sandur sebagai bentuk komitmen pelestarian kebudayaan daerah. Kesenian tradisional asli Bojonegoro tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Rangkaian acara dijadwalkan dimulai pada Sabtu pagi melalui lomba tetembangan Sandur dan lomba mewarnai dengan tema Sandur. Pertunjukan kesenian dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan pukul 15.00 WIB, serta kembali digelar pada malam hari setelah salat Isya.

Panggung hiburan juga akan memberikan kesempatan kepada band-band lokal untuk tampil di hadapan masyarakat. Kehadiran para seniman muda tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Bojonegoro untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan mereka di bidang seni.

Perpaduan kegiatan kuliner, pertunjukan kesenian tradisional, dan musik lokal menjadikan acara ini tidak sekadar hiburan akhir pekan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan kepentingan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, dan penguatan hubungan sosial dalam satu ruang publik.

Elzadeba mengajak masyarakat Bojonegoro untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut. Ia berharap Bojonegoro Bahagia Car Free Night dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, mendukung pelaku UMKM, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian tradisional daerah.

Mari masyarakat Bojonegoro, kita ramaikan Sandur di Alun-Alun Bojonegoro. Ada hiburan, ada makanan gratis bagi yang memiliki kupon, dan masyarakat juga tetap bisa berbelanja di stan UMKM. Mari bersama-sama meramaikan Bojonegoro agar semakin Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” pungkasnya.

Melalui perubahan konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya memastikan bahwa ruang hiburan publik tetap hadir dengan mengedepankan empati sosial. Di saat yang sama, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menjaga kesenian Sandur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Share :