Home Daerah

Bojonegoro Perkuat Ketahanan Pangan, 99 Kelompok Tani Terima Bantuan Irigasi hingga Alsintan

by Media Rajawali - 23 Juli 2026, 00:02 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah dengan memperluas dukungan terhadap sektor pertanian. Sebanyak 99 kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian serta perlindungan tanaman untuk menunjang produktivitas dan mengurangi risiko yang dihadapi petani.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam kegiatan Pembinaan sekaligus Penyerahan Bantuan Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas produksi pertanian sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. Upaya tersebut dibangun melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Bojonegoro, para koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh pertanian lapangan, serta para ketua Poktan dan Gapoktan penerima bantuan.

Empat jenis bantuan strategis disalurkan dalam kegiatan tersebut. Masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan penting dalam rantai produksi pertanian, mulai dari ketersediaan air, perlindungan terhadap risiko gagal panen, pemenuhan kebutuhan pupuk, hingga efisiensi mekanisasi pertanian.

Bantuan pertama berupa program Irigasi Perpompaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya ketika petani menghadapi periode musim kemarau.

Pemerintah juga memberikan Premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang didanai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro dan APBD Provinsi Jawa Timur. Skema perlindungan tersebut dirancang untuk membantu petani menghadapi berbagai risiko yang dapat mengancam hasil produksi, termasuk banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman.

Dukungan lain diberikan kepada petani tembakau melalui penyaluran pupuk NPK non-subsidi yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

Sementara itu, sektor mekanisasi pertanian diperkuat melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Combine Harvester besar dan traktor roda empat yang bersumber dari APBN. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan panen, sekaligus menekan biaya produksi yang harus ditanggung petani.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa bantuan pemerintah bukan sekadar fasilitas yang diserahkan kepada kelompok tani, melainkan aset bersama yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Baca juga:

Ia meminta para penerima bantuan untuk menggunakan seluruh fasilitas tersebut secara optimal, merawatnya dengan baik, serta memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan dan berorientasi pada kepentingan seluruh anggota kelompok.

Bantuan dari pemerintah ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat bersama, serta dikelola secara rukun agar memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh anggota kelompok tani,” ujar Setyo Wahono.

Menurutnya, keberhasilan program bantuan pertanian tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana dan prasarana. Kekompakan antara Gapoktan, DKPP, serta para penyuluh pertanian juga menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Setyo Wahono menilai, sinergi tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Kita ingin Bojonegoro tidak hanya menjadi lumbung pangan bagi Jawa Timur, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, terutama dalam aspek pengelolaan sumber daya air. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembangunan embung di sejumlah wilayah.

Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperluas ketersediaan cadangan air untuk kebutuhan irigasi, sehingga petani memiliki kepastian pasokan air selama musim tanam.

Kami akan terus memaksimalkan pembangunan embung dan pengelolaan sumber air. Harapannya, saat musim tanam tiba, petani tidak lagi menghadapi persoalan kekurangan air sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” kata Setyo Wahono.

Penyaluran bantuan kepada 99 Poktan dan Gapoktan tersebut menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memastikan petani memiliki akses terhadap air, perlindungan terhadap risiko gagal panen, dukungan sarana produksi, serta teknologi pertanian yang lebih efisien.

Dengan dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap produktivitas pertanian terus meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan kesejahteraan petani semakin membaik. Pada saat yang sama, langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Share :