Home Daerah

Bojonegoro Perkuat Sektor Tembakau di Tengah Cuaca Ekstrem, Pemkab Salurkan Alsintan Modern untuk Petani

by Media Rajawali - 11 Desember 2025, 22:47 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro – Di tengah tekanan cuaca ekstrem yang memangkas luas lahan tembakau, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggencarkan langkah modernisasi sektor perkebunan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi sekaligus serah terima alat dan mesin pertanian (alsintan) yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di aula DKPP Bojonegoro, Kamis (11/12/2025).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan komoditas tembakau yang menjadi pilar penting ekonomi Bojonegoro. Ia menyebutkan bahwa penerapan alsintan modern akan membantu petani menekan ongkos produksi, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus memastikan kualitas tembakau lokal mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Dengan modernisasi ini, kita harapkan produktivitas meningkat, kualitas tembakau terjaga, dan kesejahteraan petani dapat terdorong lebih baik,” ujar Bupati.

Instruksi serupa juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pertanian untuk memperkuat pendampingan di lapangan. Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, menilai bahwa bantuan alsintan ini bukan sekadar distribusi peralatan, melainkan investasi strategis untuk memperbaiki rantai produksi komoditas tembakau yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.

“Tahun ini kita menghadapi cobaan berat. Dari luas tanam 14.164 hektar, sebanyak 2.123 hektar terdampak hujan ekstrem. Dukungan teknologi sangat diperlukan untuk mengurangi potensi kerugian petani,” tegas Zainal, sekaligus menyebutkan bahwa angka tersebut menurun dari 15.965 hektar pada tahun 2024.

Baca juga:

Untuk menjaga kualitas varietas unggulan seperti Virginia (T45, K326) dan Tembakau Jawa (Grompol Jatim), DKPP telah menyalurkan berbagai dukungan teknis. Selain penyediaan benih, pemerintah juga menyalurkan pupuk NPK (526 ton) serta KNO (67,5 ton) untuk 2.630 hektar lahan. Pendampingan intensif terkait penerapan Good Agricultural Practices (GAP) juga terus digencarkan untuk memastikan petani menerapkan standar budidaya terbaik.

Selain itu, DKPP telah menyediakan 17 unit mesin perajang, diperkuat bantuan Provinsi Jawa Timur berupa 20 mesin perajang, 32 unit hand tractor, serta 5 unit cultivator. Peralatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan efisiensi pascapanen, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan keterlambatan dan penurunan kualitas.

Dalam kegiatan yang digelar Kamis siang itu, pemerintah menyerahkan tambahan 16 unit Hand Tractor Rotary, 5 mesin perajang, serta 4 unit cultivator kepada kelompok tani penerima. Zainal Fanani menegaskan pentingnya pengelolaan secara kolektif.

“Alsintan ini harus menjadi aset bersama, bukan untuk dimanfaatkan secara individual. Perawatan serta tata kelola yang tepat akan menentukan keberlanjutan manfaatnya bagi kelompok tani,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa DKPP akan memperkuat pengawasan untuk memastikan bantuan ini benar-benar meningkatkan produktivitas di lapangan, terlebih dengan kondisi harga pasar yang saat ini terhitung menjanjikan: daun basah berada di kisaran Rp1.500–2.000 per kilogram, sementara tembakau rajangan mencapai Rp20.000–52.000 per kilogram.

Dengan distribusi alsintan dan penguatan pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap modernisasi sektor tembakau dapat terus berlanjut, sekaligus menjadi langkah penting memitigasi dampak cuaca ekstrem dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

Share :