Home Daerah

Bojonegoro Raih Penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bhakti Pemuda Jatim Bidang Kesehatan

by Media Rajawali - 29 Oktober 2026, 18:41 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan sebagai Daerah Terbaik Penggerak Bhakti Pemuda Provinsi Jawa Timur Bidang Kesehatan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi daerah dalam mendorong keterlibatan generasi muda pada kegiatan dan pengabdian di bidang kesehatan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Staf Ahli Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dandi Suprayitno, dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/10/2026).

Pencapaian tersebut menempatkan peran pemuda sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kepedulian sosial dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat melalui sektor kesehatan.

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada semangat dan gagasan, tetapi menerjemahkannya menjadi karya, pengabdian, serta tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Menurut Khofifah, pemuda perlu memperkuat karakter kebangsaan, daya juang, dan kepedulian terhadap sesama. Sikap patriotik dapat diwujudkan melalui karya dan pengabdian, kegigihan melalui kemauan untuk terus belajar dan bekerja keras, sedangkan empati tercermin dari kemampuan menghargai perbedaan serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga:

Jadilah pemuda yang patriotik melalui karya, gigih dalam menghadapi tantangan, dan berempati dengan memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal,” pesannya.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan generasi muda merupakan investasi strategis bagi masa depan Jawa Timur. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pemuda perlu didukung melalui berbagai jalur pendidikan dan pengembangan keterampilan, mulai dari sekolah, pesantren, perguruan tinggi, pendidikan vokasi hingga komunitas kreatif yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, berkarakter, serta memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemuda juga diharapkan mengambil peran lebih besar dalam transformasi ekonomi, penguasaan teknologi, dan pengembangan inovasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan bahwa kemajuan pembangunan harus disertai pemerataan kesempatan. Generasi muda dari kelompok rentan maupun yang tinggal di wilayah terpencil perlu memperoleh ruang dan dukungan untuk berkembang. Keberhasilan pembangunan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pencapaian individu atau kelompok, tetapi juga oleh kemampuan untuk mendorong kemajuan bersama.

Ia turut mengapresiasi kontribusi organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, santri, dan berbagai komunitas pemuda yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat. Kolaborasi, solidaritas, peningkatan kompetensi, serta semangat belajar dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan sekaligus menciptakan perubahan.

Bagi Kabupaten Bojonegoro, penghargaan di bidang kesehatan tersebut menjadi pengakuan atas upaya mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda agar semakin aktif dalam kegiatan sosial, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, dan menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Bojonegoro yang inklusif dan berkelanjutan.

Share :