- Oleh : Budi Hartono
Bojonegoro – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (10/12/2025) memicu rangkaian kerusakan rumah warga di tiga kecamatan, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan respons cepat di lapangan. Total 42 rumah dilaporkan rusak dengan tingkat keparahan bervariasi, sementara sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat.
Di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, tim BPBD menemukan kerusakan paling signifikan. Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, merinci bahwa 7 rumah terdampak berada di RT 11 RW 03, kemudian 18 rumah di RT 12 RW 03, serta 4 rumah di RT 13 RW 03. Sebagian rumah mengalami kerusakan berat pada atap dan struktur bangunan sehingga tidak layak huni untuk sementara waktu.
Baca juga:
“Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat kini menumpang di rumah tetangga maupun saudara. Kami juga telah menyalurkan bantuan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujar Heru. Ia menegaskan bahwa BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, TNI, Polri, serta Satpol PP untuk memastikan penanganan berlangsung terpadu dan cepat.
Pada saat hampir bersamaan, tim BPBD juga dikerahkan ke jalur Provinsi Bojonegoro–Cepu untuk mengevakuasi pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. Insiden tersebut terjadi di ruas Desa Cengungklung, Kecamatan Kalitidu, hingga Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Proses evakuasi melibatkan personel Dinas Damkarmat, TNI, Polri, serta dukungan warga sekitar guna memastikan lalu lintas kembali normal.
Gangguan cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan rumah di Dusun Sambirejo, Desa Jampet, Kecamatan Ngasem. Sebanyak 13 rumah terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan pada atap dan dinding. Tim BPBD melakukan asesmen lanjutan serta penyaluran bantuan logistik untuk meringankan beban warga.
BPBD Bojonegoro mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan setiap kejadian bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pemerintah daerah memastikan monitoring intensif terus dilakukan seiring meningkatnya dinamika cuaca memasuki musim penghujan.