Home Nasional

Bupati Blora Apresiasi Pesantren Ramadan, Perkuat Fondasi Akhlak Generasi Muda

by Media Rajawali - 25 Februari 2026, 20:29 WIB

Blora — Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pesantren Ramadan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Blora tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Rabu (25/2/2026) di SMP Negeri 1 Randublatung, Randublatung.

Pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pelaksana Tugas Camat Randublatung, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blora. Momentum ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan agama dalam memperkuat karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial kepada para pelajar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPD AGPAII Kabupaten Blora serta SMP Negeri 1 Randublatung yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga dapat dilaksanakan secara rutin setiap Ramadan karena ini merupakan langkah baik yang perlu terus kita lanjutkan,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan karakter melalui pendidikan agama memiliki posisi sentral dalam membangun fondasi akhlak anak-anak Blora di masa depan. Ia juga mengapresiasi dukungan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) Kabupaten Blora yang konsisten mengawal penguatan pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah.

Bupati mengungkapkan bahwa sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama telah membuahkan capaian membanggakan. Kabupaten Blora baru-baru ini meraih penghargaan Juara I tingkat nasional sebagai daerah yang dinilai peduli dan berkomitmen dalam pengembangan pendidikan agama Islam.

Baca juga:

“Penghargaan ini tentu bukan hasil kerja satu pihak. Ini berkat dukungan para kepala sekolah dan guru agama yang terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam,” tegasnya.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian nasional adalah program “Sekolah Sisan Ngaji” yang kini menjadi rujukan sejumlah daerah lain. Program tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan pembiasaan keagamaan dalam sistem pendidikan formal secara berkelanjutan.

“Kita bersyukur program Sekolah Sisan Ngaji telah menjadi percontohan bagi daerah lain. Ini menunjukkan bahwa inovasi dari daerah dapat memberi inspirasi di tingkat yang lebih luas,” tambahnya.

Bupati juga meminta seluruh kepala sekolah, baik SD maupun SMP, untuk terus mendukung inovasi di lingkungan masing-masing, khususnya yang berkaitan dengan penguatan pendidikan agama. Menurutnya, dukungan kepemimpinan sekolah menjadi kunci keberhasilan implementasi program.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesantren Ramadan 2026, Siti Khumaidah, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum kolektif untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah peserta didik selama bulan suci Ramadan.

“Dengan pembukaan Pesantren Ramadan ini, kami berharap seluruh SD dan SMP di Kabupaten Blora dapat melaksanakan kegiatan serupa sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan tidak hanya terbatas pada guru Pendidikan Agama Islam, tetapi juga diharapkan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, serta guru mata pelajaran lainnya agar tercipta kolaborasi menyeluruh dalam pembinaan karakter siswa.

Pesantren Ramadan tahun ini diharapkan menjadi penguat ekosistem pendidikan religius yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Blora, sebuah langkah strategis untuk membentuk generasi yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama.

Share :