- Oleh : Budi Hartono
Blora – Angin puting beliung yang menerjang Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Kamis (2/10/2025), meninggalkan jejak duka mendalam bagi sejumlah warga. Hujan deras disertai angin kencang yang berhembus sekitar pukul 16.45 WIB meluluhlantakkan permukiman di Dusun Getas dan Dusun Gubuk Duwur. Sejumlah rumah rusak berat, pepohonan tumbang, dan seorang warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan.
Menanggapi bencana tersebut, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, M.Si., bergerak cepat. Didampingi jajaran Baznas, Dinas Sosial P3A, dan BPBD, Bupati Arief turun langsung ke lokasi pada Senin sore (6/10/2025) untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban terdampak.
“Kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga doa dan harapan agar warga Getas dapat segera bangkit dari musibah ini,” ujar Bupati Arief saat menyalurkan bantuan secara simbolis.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa prihatinnya atas peristiwa yang terjadi dan mengapresiasi solidaritas ASN Pemerintah Kabupaten Blora yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas. “Zakat yang Bapak Ibu salurkan menjadi berkah nyata, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Desa Getas ini,” ungkapnya.
Sejumlah warga yang rumahnya rusak akibat sapuan puting beliung menerima bantuan langsung dari pemerintah dan lembaga terkait. Mereka antara lain Pariyem, Suratno, Muji Lestari, Darmanto, Kasti, dan Dasi.
Ketua Baznas Blora, Sutaat, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan uang tunai dengan nominal bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A, Luluk Kusuma, menambahkan bahwa bantuan dari dinasnya mencakup paket sembako, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan dasar lainnya.
Baca juga:
Berdasarkan data awal, nilai kerugian akibat bencana tersebut mencapai sekitar Rp163 juta. Rinciannya, kerusakan parah terjadi pada rumah Pariyem (Rp38 juta), Suratno (Rp45 juta), Muji Lestari (Rp50 juta), Darmanto (Rp30 juta), Kasti (Rp5 juta), dan Dasi (Rp6 juta).
Korban Pariyem, yang sempat tertimpa reruntuhan rumahnya, mengalami luka sobek di kepala sepanjang 3 cm dan memar di punggung. Ia segera dilarikan ke RS Samin Suro Sentiko Randublatung untuk mendapatkan perawatan medis dan kini dalam kondisi stabil.
Sinergi penanganan juga terlihat dari langkah cepat Polres Blora. Usai kejadian, Polsek Kradenan segera mengevakuasi korban luka dan mendata kerusakan di lapangan. Selanjutnya, pada Jumat (3/10/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memimpin langsung bakti sosial dan kerja bakti di lokasi terdampak bersama pejabat utama dan jajaran kepolisian.
“Kami hadir untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat. Bantuan ini adalah wujud empati kami, dan yang lebih penting, kami terjun langsung bersama masyarakat untuk membersihkan serta membantu membangun kembali rumah-rumah yang roboh,” tegas AKBP Wawan Andi Susanto.
Selain bantuan materiil, personel kepolisian dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan memulai proses rekonstruksi rumah warga, terutama milik Pariyem Binti Wito dan Suratno Bin Jakiman.
Pasca bencana, aparat, relawan, dan masyarakat bergerak serentak memulihkan kondisi desa. Puing-puing reruntuhan dibersihkan, jalan dibuka kembali, dan atap rumah yang rusak mulai diperbaiki secara gotong royong.
Camat Kradenan, Tarkun, menyampaikan apresiasi terhadap koordinasi lintas lembaga yang dinilai efektif. “Dalam waktu singkat, seluruh elemen bergerak, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga relawan. Ini bentuk nyata gotong royong dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Kini, meski jejak kehancuran masih tampak, semangat warga Desa Getas untuk bangkit tak padam. Di tengah deru angin yang pernah memorak-porandakan rumah mereka, tersisa satu hal yang tidak ikut roboh, solidaritas dan kepedulian sesama.