Home Daerah

Bupati Bojonegoro Apresiasi Tujuh Tokoh Inspiratif Penjaga Warisan Bumi dan Budaya Daerah

by Media Rajawali - 22 Januari 2026, 20:45 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO,  — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam pelestarian warisan alam dan budaya melalui peresmian Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro, Selasa (20/1/2026). Momentum strategis tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang pemberian penghargaan kepada tujuh tokoh inspiratif yang dinilai berperan penting menjaga keberlanjutan kekayaan bumi dan budaya daerah.

Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa pembangunan Gedung PIG tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi fondasi intelektual bagi penguatan literasi geologi, paleontologi, dan kebudayaan lokal. Keberadaan gedung ini diharapkan menjadi pusat edukasi lintas generasi serta motor penggerak pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi.

Baca juga:

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang selama ini bekerja dengan senyap, namun berdampak besar dalam menjaga kekayaan paleontologi dan budaya Bojonegoro,” ujar Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan, saat dikonfirmasi pada Kamis (22/1/2026).

Tujuh tokoh yang menerima penghargaan tersebut berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelestari budaya hingga akademisi dan pemerhati paleontologi. Mereka adalah Bambang Sutrisno, pelestari Kebudayaan Samin; Agni Istigfar Paribrata, penggerak edukasi dan pengembangan geopark; Hary Nugroho, Sigid Budiagung, Supangat, serta M. Ali Safaat yang selama bertahun-tahun konsisten menaruh perhatian pada koleksi paleontologi Bojonegoro; dan Dr. Laely Agustina Rahmawati, akademisi yang aktif dalam konservasi keragaman hayati berbasis geopark.

Pemerintah daerah menilai kontribusi para tokoh tersebut telah memperkuat posisi Geopark Bojonegoro sebagai kawasan bernilai strategis, tidak hanya dalam konteks regional, tetapi juga sebagai bagian dari narasi warisan geologi dunia. Melalui riset, edukasi publik, dan advokasi pelestarian, mereka turut memastikan bahwa kekayaan alam Bojonegoro tidak tergerus oleh waktu maupun eksploitasi yang tidak berkelanjutan.

Dengan semakin eratnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan para praktisi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan optimisme bahwa Geopark Bojonegoro akan kian dikenal di tingkat internasional, sebagai contoh bagaimana pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan alam dan pelestarian budaya.

Share :