Home Daerah

Bupati dan Wabup Bojonegoro Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, Teguhkan Cita-Cita Kemerdekaan

by Media Rajawali - 14 Agustus 2026, 21:33 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda kenegaraan itu sekaligus menjadi ruang refleksi bersama mengenai perjalanan bangsa serta arah pembangunan Indonesia ke depan.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdullah Umar, didampingi Wakil Ketua I Sahudi, Wakil Ketua II Bambang Sutriyono, dan Wakil Ketua III Mitro’atin. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten Sekda, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Abdullah Umar menekankan bahwa kehadiran seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dalam rapat paripurna tersebut memiliki makna penting dalam mempererat kebersamaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak semata-mata menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan sekaligus meneruskan cita-cita para pendiri bangsa.

Harapan dalam kehadiran dalam rapat paripurna di DPRD ini dapat memberikan makna mendalam menjalin rasa kebersamaan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:

Ia menyebut tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sebagai gambaran mengenai arah perjuangan sekaligus pembangunan bangsa.

Tema tersebut, lanjut Abdullah, merepresentasikan cita-cita besar yang tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, lembaga negara, serta seluruh elemen masyarakat.

Tema tersebut merupakan representasi arah pembangunan bangsa dan cita-cita yang harus diwujudkan bersama. Melanjutkan kemerdekaan merupakan mewujudkan kedaulatan sejati,” tandasnya.

Setelah rangkaian pembukaan selesai, seluruh peserta rapat mengikuti secara virtual Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Melalui agenda tersebut, peserta mengikuti penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia sebagai bagian penting dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Pidato tersebut menjadi salah satu momentum nasional untuk menyampaikan refleksi atas perjalanan pemerintahan sekaligus arah kebijakan dan pembangunan Indonesia.

Bagi Kabupaten Bojonegoro, keikutsertaan kepala daerah bersama jajaran DPRD dan unsur Forkopimda dalam agenda tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk terus menyelaraskan pembangunan daerah dengan semangat kebangsaan serta cita-cita nasional.

Rapat Paripurna Istimewa itu pun tidak berhenti pada prosesi kenegaraan. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, dan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah peringatan 81 tahun Indonesia merdeka, semangat tersebut menjadi relevan untuk terus dipelihara: bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan fondasi untuk membangun kehidupan berbangsa yang semakin berdaulat, adil, dan makmur.

Share :