Home Daerah

Bupati Medhayoh di Cengkir, Pemkab Bojonegoro Siapkan Embung Seri untuk Perkuat Irigasi Petani Tembakau

by Media Rajawali - 13 Agustus 2026, 00:16 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Kedekatan pemerintah dengan masyarakat kembali terlihat dalam agenda Bupati Medhayoh edisi ke-9 yang digelar di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026). Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah tidak sekadar hadir di tengah warga, tetapi turun langsung ke lapangan, memanen tembakau bersama petani hingga berdialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan langsung antara pemerintah daerah dan warga, terutama para petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian. Tembakau menjadi salah satu komoditas utama yang banyak dibudidayakan masyarakat Desa Cengkir dan wilayah sekitarnya.

Sebelum menuju lokasi utama Bupati Medhayoh, Bupati Setyo Wahono dan rombongan terlebih dahulu mengunjungi Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Dari sana, rombongan melanjutkan kegiatan dengan turun ke lahan pertanian dan ikut memanen tembakau bersama para petani.

Aktivitas tersebut memperlihatkan pendekatan pemerintah yang tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga dengan melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat di lapangan.

Usai memanen tembakau, rombongan kemudian menuju Embung Cengkir. Di lokasi tersebut, Bupati dan Wakil Bupati melakukan pelepasan benih ikan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi greenhouse milik Desa Cengkir yang berada di sekitar lokasi Bupati Medhayoh. Di tempat itu, keduanya turut menanam benih melon.

Dalam dialog bersama masyarakat, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa persoalan ketersediaan air menjadi salah satu perhatian pemerintah, mengingat sebagian besar warga Cengkir dan kawasan sekitarnya bekerja sebagai petani, termasuk petani tembakau.

Menurut Setyo Wahono, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) tengah menyiapkan pembangunan embung seri untuk memperluas dan mempercepat distribusi air ke lahan pertanian.

Mayoritas warga Cengkir dan sekitar merupakan petani yang menanam tembakau. Karena itu, melalui DPU SDA kami akan membuat embung. Embung yang dibangun merupakan embung seri agar pemerataan air dapat didistribusikan secara optimal dan merata,” kata Setyo Wahono.

Ia menjelaskan, setiap embung nantinya ditargetkan mampu mengairi sedikitnya lima hektare lahan pertanian. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan empat titik embung, dengan dua titik di antaranya telah mulai dikerjakan oleh DPU SDA.

Minimal yang terairi setiap embung nanti lima hektare. Rencananya kami membuat empat titik. Dari DPU SDA sudah jalan dua titik,” ujarnya.

Pembangunan embung tersebut dirancang berada di wilayah Sungai Semar Mendem. Sistem tersebut diharapkan mampu menghubungkan distribusi air secara lebih efektif menuju lahan-lahan pertanian warga.

Embung ini dibuat di wilayah Sungai Semar Mendem yang nantinya menyambung distribusi airnya ke lahan petani, sehingga lebih cepat dan mengurangi beban biaya operasional,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berkonsentrasi pada sektor pertanian, tetapi juga berupaya menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu perhatian utama Pemkab Bojonegoro adalah sektor kesehatan. Pemerintah menargetkan Kabupaten Bojonegoro dapat sepenuhnya terbebas dari penyakit Tuberkulosis (TBC).

Nurul menjelaskan, warga yang mengalami TBC dapat memperoleh penanganan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas terdekat, tanpa dipungut biaya.

Baca juga:

Selain layanan penanganan TBC, masyarakat juga mendapat akses terhadap sejumlah layanan kesehatan di RSUD Sosodoro Djatikoesomo, termasuk pelayanan kemoterapi, penyakit jantung, stem cell, dan DSA.

Kalau ada warga yang mengalami TBC, bisa ditindaklanjuti di faskes pertama atau puskesmas terdekat secara gratis. Selain itu, ada pelayanan kemoterapi, penyakit jantung, stem cell dan DSA di RSUD Sosodoro Djatikoesomo,” jelasnya.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada kebutuhan dasar lainnya, termasuk akses listrik dan kondisi rumah warga.

Nurul menyampaikan, keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 3 dan rumahnya belum tersambung jaringan listrik akan mendapatkan sambungan listrik secara gratis.

Sementara bagi warga yang masuk desil 1 dan 2, pemerintah juga menyiapkan program perbaikan kondisi hunian. Rumah yang ruang tamunya masih berupa lantai tanah ditargetkan mendapatkan perbaikan menjadi lantai tegel pada 2026 melalui Dinas PU Cipta Karya.

Suasana Bupati Medhayoh di Desa Cengkir berlangsung cair dan penuh keakraban. Warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan serta kebutuhan mereka secara langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga mendapat tanggapan secara langsung dari jajaran pemerintah daerah. Dialog berlangsung dalam suasana terbuka, bahkan beberapa kali diselingi canda dan tawa sehingga menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara pemimpin daerah dengan masyarakat.

Kepala Desa Cengkir Ruslan menyampaikan apresiasi atas kedatangan Bupati dan Wakil Bupati yang hadir langsung menemui masyarakat di desanya.

Terima kasih, siang hari ini kita bisa berkumpul bersama warga dalam kegiatan ini. Semoga ini bisa menjadikan masyarakat Bojonegoro bahagia, makmur dan membanggakan,” ujar Ruslan.

Ia menjelaskan, Desa Cengkir memiliki luas wilayah sekitar 420 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 330 hektare merupakan lahan persawahan, 70 hektare digunakan untuk permukiman, sedangkan sisanya berupa lahan makam, lapangan dan embung.

Salah satu embung yang berada di wilayah desa memiliki luas sekitar 17,2 hektare dan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Menurut Ruslan, keberadaan embung memberikan dampak terhadap produktivitas pertanian warga. Petani pada umumnya dapat melakukan panen padi dua kali dalam setahun, sementara lahan yang berada di sekitar kawasan embung berpotensi melakukan panen hingga tiga kali.

Petani panen padi dua kali. Sedangkan di sekitar wilayah embung bisa tiga kali panen. Untuk petani tembakau hampir 90 persen,” katanya.

Dengan rencana pembangunan embung seri, pemerintah berharap persoalan distribusi air di kawasan pertanian Cengkir dapat semakin teratasi. Bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, ketersediaan air bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menjadi salah satu penentu keberlanjutan produksi dan kesejahteraan keluarga petani.

Melalui Bupati Medhayoh, pemerintah daerah berupaya membawa kebijakan lebih dekat dengan realitas masyarakat, mendengar langsung keluhan warga, melihat kondisi lapangan, sekaligus memastikan program pembangunan diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Share :