Home Nasional

Bupati Yes Ajak SMSI Lamongan Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah

by Media Rajawali - 24 September 2026, 15:46 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan daerah. Kolaborasi pemerintah dan media dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai kebijakan, program, capaian, sekaligus persoalan pembangunan dapat diterima masyarakat secara akurat dan proporsional.

Ajakan tersebut disampaikan Yuhronur saat menerima audiensi dan silaturahmi pengurus SMSI Kabupaten Lamongan di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menempatkan media sebagai salah satu elemen penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah perkembangan ekosistem digital yang semakin cepat, media dituntut tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan setiap pemberitaan memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi publik. Marih bersinergi mengawal pembangunan daerah,” ujar Bupati Yes.

Menurut Yuhronur, keterbukaan komunikasi antara pemerintah daerah dan media menjadi bagian penting dalam membangun ruang informasi publik yang sehat. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan berbagai program kepada masyarakat, sekaligus memerlukan kritik dan masukan sebagai bagian dari proses evaluasi pembangunan.

Ia menegaskan bahwa sinergi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi independensi pers. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi media untuk memperoleh informasi secara utuh sehingga pemberitaan mengenai pembangunan Lamongan dapat disajikan secara berimbang.

Pemerintah membutuhkan masukan dan kontrol dari media. Ketika informasi disampaikan secara benar dan berimbang, masyarakat dapat memahami arah pembangunan sekaligus ikut berpartisipasi mengawalnya,” tuturnya.

Bupati Yes juga berharap SMSI Lamongan terus mendorong peningkatan profesionalisme perusahaan pers dan wartawan. Profesionalisme tersebut menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, hubungan yang konstruktif antara pemerintah, media, dan masyarakat pada akhirnya akan memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Media dapat menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional, sementara masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai kebijakan dan perkembangan pembangunan di daerah.

Baca juga:

Dalam kesempatan yang sama, Ketua SMSI Lamongan M. Nur Ali Zulfikar menyambut positif ajakan pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang produktif. Ia menyampaikan sejumlah agenda yang tengah disiapkan SMSI Lamongan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran media dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Beberapa program tersebut antara lain penguatan Newsroom Jaga Desa, kegiatan cerdas cermat, serta kompetisi penulisan kisah dan esai mengenai program prioritas Bupati Lamongan yang direncanakan berlangsung pada tahun depan.

Selain Newsroom Jaga Desa, tahun depan kami juga berencana menyelenggarakan cerdas cermat dan kompetisi penulisan esai tentang program prioritas Bupati Lamongan,” jelas Ali.

Menurut Ali, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai agenda organisasi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang partisipasi bagi pelajar, generasi muda, komunitas, dan masyarakat untuk memahami berbagai program pembangunan. Melalui kegiatan literasi dan kompetisi penulisan, masyarakat juga dapat menyampaikan gagasan serta pandangan konstruktif mengenai masa depan Lamongan.

Ia menilai kolaborasi antara media dan pemerintah daerah harus dibangun dalam kerangka yang saling menguatkan. Pemerintah memperoleh saluran komunikasi yang efektif untuk menjelaskan kebijakan kepada masyarakat, sementara media tetap memiliki ruang untuk menjalankan fungsi jurnalistik, termasuk memberikan masukan dan kritik terhadap berbagai persoalan publik.

Kolaborasi ini harus saling menguatkan. Pemerintah memperoleh dukungan penyebarluasan informasi yang akurat dan masukan konstruktif dari masyarakat, sementara media memperoleh ruang komunikasi yang terbuka agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional,” ujarnya.

Ali menegaskan, dukungan SMSI terhadap pembangunan daerah tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial pers. Independensi media tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Dukungan terhadap pembangunan daerah tidak berarti media kehilangan sikap kritis. Pers tetap harus berpihak pada kepentingan publik, menyampaikan capaian secara objektif, sekaligus memberikan kritik yang proporsional apabila ditemukan persoalan,” pungkasnya.

Pertemuan antara Pemkab Lamongan dan SMSI tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan insan pers. Dengan tetap menjaga batas independensi jurnalistik, sinergi diharapkan dapat memperluas akses informasi publik sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses pembangunan Lamongan.

Share :