Home Daerah

Desa Tikusan Salurkan 10 Persen Dana Desa untuk Program GAYATRI, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Beternak Ayam Petelur

by Media Rajawali - 08 Oktober 2025, 20:33 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro – Pemerintah Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mulai merealisasikan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) melalui pendanaan Alokasi Dana Desa (ADD). Sebanyak 10 persen dari total ADD tahun ini dialokasikan untuk mendukung enam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam mengembangkan usaha beternak ayam petelur secara mandiri.

Program GAYATRI merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan melalui sektor peternakan rakyat. Melalui program ini, setiap penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan berupa ayam petelur dan kandang, tetapi juga dukungan pakan selama tiga bulan serta vaksin lengkap untuk menjaga kesehatan ternak.

Salah satu penerima manfaat, Yulaikah, warga Dusun Tikusan, menuturkan bahwa dirinya menerima bantuan tersebut sekitar tiga minggu lalu. Kini, dari 12 ekor ayam yang diterimanya, semuanya sudah mulai bertelur dan hasilnya meningkat setiap hari.

“Setiap hari habis sekitar lima kilogram pakan. Dari pihak desa selalu ada pendampingan dan kami diminta mencatat jumlah pakan serta perkembangan produksi telur. Pendampingan ini sangat membantu agar kami bisa mengelola usaha dengan baik,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Baca juga:

Kepala Desa Tikusan, Edy Sunarto, menjelaskan bahwa kebijakan pengalokasian sepuluh persen ADD untuk program GAYATRI merupakan bentuk dukungan terhadap visi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro dalam mendorong pembangunan ekonomi produktif berbasis desa.

“Program ini sudah mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami berharap setelah bantuan pakan berakhir, para penerima dapat mengelola hasilnya secara mandiri, menabung dari keuntungan penjualan telur, dan membeli pakan sendiri. Dengan demikian, program ini bisa berkelanjutan dan berkembang di tingkat rumah tangga,” tutur Edy.

Sementara itu, salah satu KPM lainnya, Yuanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan melalui program ini. Ia menilai GAYATRI tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan berkelanjutan yang membuat penerima manfaat lebih percaya diri dalam menjalankan usaha peternakan.

“Bantuan yang kami terima sangat lengkap. Selain ayam dan pakan, ada tim dari desa yang selalu memantau perkembangan dan memberi arahan. Saya berharap ke depan bisa menambah jumlah ayam dan menjadikan ini usaha berkelanjutan bagi keluarga,” ungkapnya.

Melalui implementasi GAYATRI di Desa Tikusan, Pemerintah Desa berharap muncul model ekonomi mikro berbasis rumah tangga yang berdaya saing, produktif, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara kebijakan pembangunan desa dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Share :