Home Nasional

Dinkes Tuban Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Tekankan Pentingnya Skrining dan Edukasi Masyarakat

by Media Rajawali - 08 Oktober 2025, 19:46 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

TUBAN – Upaya menekan angka penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Tuban kembali mendapat perhatian serius. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar pertemuan teknis deteksi dini PTM pada Rabu (8/10/2025), bertempat di Aula Aster Dinkes setempat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 33 puskesmas se-Kabupaten Tuban, dengan tujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan skrining dan edukasi terkait PTM. Melalui forum ini, para peserta mendapatkan pembaruan pengetahuan serta strategi praktis untuk memperluas jangkauan layanan deteksi dini di tingkat masyarakat.

Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan, M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah paling efisien dalam menekan laju peningkatan kasus PTM di daerah.

Baca juga:

  • “Deteksi dini menjadi salah satu cara efisien untuk mengurangi kasus PTM, terutama kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker payudara. Saat ini masih banyak masyarakat yang takut atau belum memahami layanan serta prosedur skrining untuk jenis penyakit tersebut,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Dinkes menghadirkan dua narasumber ahli. dr. Bagus Danu Hariyanto, Sp.Rad., memberikan paparan mengenai pemanfaatan ultrasonografi (USG) sebagai alat skrining awal untuk mendeteksi kanker payudara sebelum memasuki tahap lanjut. Ia menekankan pentingnya deteksi sejak dini agar peluang kesembuhan pasien semakin besar.

Sementara itu, dr. Deny Perdana Putra, Sp.P., dari RSUD Dr. R. Koesma Tuban, menjelaskan pentingnya pemeriksaan spirometri dalam mendeteksi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) serta strategi identifikasi awal terhadap risiko kanker paru. Menurutnya, peningkatan kesadaran dan pemahaman tenaga kesehatan di lini pertama akan berdampak langsung pada penurunan angka kesakitan di masyarakat.

Dinkes Tuban berharap, melalui kegiatan ini, para petugas puskesmas mampu menerapkan prosedur skrining secara tepat dan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, deteksi dini dapat dilakukan lebih masif, memungkinkan penanganan lebih cepat, serta menekan risiko komplikasi dan kematian akibat penyakit tidak menular.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis pencegahan, bukan hanya pengobatan. Masyarakat diharapkan lebih proaktif memanfaatkan layanan skrining yang tersedia di puskesmas sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Dengan meningkatnya kualitas deteksi dan edukasi, Kabupaten Tuban menegaskan komitmennya menuju masyarakat yang lebih sehat dan tangguh menghadapi ancaman penyakit tidak menular.

Share :