Home Daerah

Disnakkan Bojonegoro Perluas Akses Pasar Telur Program GAYATRI, Dukung Kemandirian Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat

by Media Rajawali - 03 Juli 2026, 22:10 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Salah satu langkah konkret dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dengan memperluas akses pemasaran telur hasil produksi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga usaha yang mereka jalankan memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Setiap Jumat pagi, halaman Kantor Disnakkan Bojonegoro menjadi ruang pemasaran langsung bagi para peternak binaan Program GAYATRI. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh telur segar langsung dari produsen, sekaligus menjadi sarana bagi para KPM membangun hubungan dengan konsumen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Namun, dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyediaan lokasi penjualan. Disnakkan juga memfasilitasi pemasaran ke berbagai instansi pemerintah dan pelaku usaha lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat keberlangsungan usaha para peternak, sekaligus memastikan hasil produksi mereka terserap secara optimal.

Salah seorang KPM asal Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro, Siti Nur Hayati, mengaku bantuan pemasaran yang diberikan Disnakkan telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usahanya.

Baca juga:

Menurutnya, selain rutin mengikuti penjualan setiap Jumat di halaman Disnakkan, produk telur GAYATRI juga telah dipasarkan ke sejumlah organisasi perangkat daerah dan lembaga pelayanan publik, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, Bagian Umum, Bagian Perekonomian, RSUD, hingga beberapa penyedia jasa katering.

Perluasan jaringan pemasaran tersebut membuat distribusi telur menjadi lebih stabil. Jika pada awal mengikuti program ia mampu membawa hingga 75 kilogram telur untuk dipasarkan setiap pekan, kini jumlah yang dibawa ke lokasi penjualan berkisar antara 30 hingga 60 kilogram karena sebagian besar hasil produksi telah tersalurkan melalui pesanan dari berbagai instansi.

Telur Program GAYATRI dipasarkan dengan harga Rp27.000 per kilogram. Meski biaya produksi, khususnya harga pakan ternak, terus mengalami peningkatan, para peternak tetap mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas produk.

Siti menjelaskan bahwa kualitas telur menjadi salah satu keunggulan yang terus dijaga oleh para peternak binaan. Salah satu indikatornya terlihat dari warna cangkang yang cenderung kemerahan, yang menurutnya menjadi ciri telur dengan kualitas baik dibandingkan telur bercangkang putih yang umumnya dipasarkan dengan harga lebih rendah.

Di tengah meningkatnya biaya operasional, para peternak berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lanjutan berupa subsidi pakan ternak. Bantuan tersebut dinilai akan membantu menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual, sehingga usaha peternakan rakyat tetap mampu berkembang sekaligus menyediakan telur berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Program GAYATRI sendiri menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan keluarga penerima manfaat, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem usaha peternakan rakyat yang berdaya saing. Melalui dukungan pemasaran, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya memastikan hasil produksi para peternak memiliki akses pasar yang berkelanjutan serta mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah.

Share :