- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menyiapkan serangkaian langkah strategis guna menjaga keberlanjutan Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas tantangan yang dihadapi peternak, terutama tingginya harga pakan ternak yang tidak diimbangi dengan stabilitas harga jual telur di pasaran.
Di tengah meningkatnya biaya produksi, pemerintah daerah berupaya memastikan para penerima manfaat Program GAYATRI tetap mampu menjalankan usahanya secara berkelanjutan. Selain memberikan perhatian pada efisiensi biaya produksi, pemerintah juga berfokus memperluas akses pemasaran agar hasil produksi peternak memiliki kepastian pasar.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa salah satu opsi yang sedang difinalisasi adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kebutuhan peternak. Bentuk dukungan tersebut masih dalam tahap pembahasan, dengan dua alternatif utama, yakni pengadaan alat pengolah pakan atau pemberian subsidi pakan ternak.
Menurutnya, keputusan mengenai skema bantuan akan mempertimbangkan kondisi riil yang tengah dihadapi peternak. Tingginya harga pakan menjadi beban utama biaya produksi, sementara harga telur yang mengalami penurunan turut menekan tingkat keuntungan para peternak.
Baca juga:
Skema yang akan dipilih masih dalam pembahasan, apakah melalui pengadaan alat pengolah pakan atau bantuan berupa subsidi pakan. Namun yang jelas, langkah tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat karena melihat kondisi peternak saat ini," ujar Indra.
Selain memperkuat dukungan terhadap aspek produksi, Disnakkan juga menindaklanjuti arahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah untuk memperluas penyerapan telur hasil peternak Program GAYATRI melalui berbagai saluran distribusi yang lebih luas.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Disnakkan berencana mengundang para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam sebuah forum koordinasi. Pertemuan tersebut akan membahas mekanisme penyerapan telur dari peternak GAYATRI agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan bergizi yang dikelola SPPG.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih stabil bagi peternak sekaligus memberikan kepastian penjualan hasil produksi. Dengan adanya pasar yang lebih terjamin, peternak diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Meski demikian, proses distribusi telur menuju SPPG diperkirakan tetap akan menggunakan mekanisme melalui pihak ketiga. Skema tersebut dinilai lebih sesuai dengan ketentuan administrasi serta sistem pertanggungjawaban keuangan yang berlaku dalam pelaksanaan program di SPPG, sehingga seluruh proses dapat berjalan secara akuntabel dan transparan.
Melalui kombinasi dukungan terhadap biaya produksi dan penguatan akses pasar, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan Program GAYATRI sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menciptakan ekosistem peternakan rakyat yang lebih tangguh dan berdaya saing di tengah dinamika pasar.