Home Nasional

Dispersip Tuban Perkuat Layanan Literasi dan Arsip Melalui Forum Konsultasi Publik

by Media Rajawali - 25 Mei 2026, 23:12 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Tuban - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban mempertegas komitmennya dalam membangun layanan literasi dan kearsipan yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan Umum Daerah Tuban, Senin (25/5). Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi standar pelayanan publik sekaligus menghimpun aspirasi lintas sektor mengenai pengembangan perpustakaan dan pengelolaan arsip daerah.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas literasi, akademisi, media, hingga perwakilan perangkat daerah. Dalam suasana dialogis dan konstruktif, peserta forum menyampaikan beragam pandangan terkait tantangan dan kebutuhan pelayanan publik di bidang perpustakaan serta kearsipan yang dinilai semakin penting di tengah percepatan transformasi digital.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Di antaranya ialah pelestarian naskah kuno, penguatan budaya membaca sejak usia dini, pembaruan koleksi literasi digital, hingga penataan arsip sejarah daerah agar lebih mudah diakses masyarakat dan memiliki nilai edukatif yang lebih luas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo, menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda administratif untuk memenuhi amanat regulasi, melainkan ruang partisipatif yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Menurut Endro, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam penyusunan standar layanan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menilai perpustakaan dan kearsipan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan pelestarian identitas daerah.

Baca juga:

Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung masukan masyarakat dan para pemangku kepentingan, sehingga layanan perpustakaan dan kearsipan semakin relevan, mudah diakses, dan memberi manfaat lebih luas,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dispersip Tuban menjelaskan berbagai inovasi layanan yang telah dijalankan. Pada sektor perpustakaan, penguatan layanan dilakukan melalui pengembangan perpustakaan digital seperti TULIB dan TIBA, layanan perpustakaan keliling, kegiatan dongeng anak dan membaca nyaring (read aloud), pendampingan literasi masyarakat, hingga pembinaan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Sementara itu, pada bidang kearsipan, fokus pengembangan diarahkan pada penyelamatan arsip daerah, restorasi dokumen penting, alih media arsip ke format digital, serta pengelolaan arsip elektronik yang lebih modern dan terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga keberlanjutan memori kolektif daerah sekaligus memperluas akses publik terhadap informasi sejarah.

Forum juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dari berbagai komunitas. Komunitas Tuban Bercerita, misalnya, mendorong agar publikasi arsip sejarah dilakukan secara lebih komprehensif, termasuk arsip berbahasa Belanda yang memuat dokumen pencalonan Bupati Tuban dalam surat kabar kolonial maupun arsip sejarah lainnya yang dinilai memiliki nilai historis tinggi.

Di sisi lain, komunitas Kompor Donat menekankan pentingnya penguatan literasi anak melalui kegiatan dongeng dan read aloud yang menjangkau lebih banyak wilayah. Usulan tersebut mendapat perhatian serius mengingat penguatan budaya baca pada anak dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Melalui forum ini, Dispersip Tuban juga menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas literasi dan penggiat kearsipan di Kabupaten Tuban. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas gerakan literasi masyarakat, memperkuat pelestarian arsip sejarah, serta menghadirkan program edukatif yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Berbagai rekomendasi yang muncul dalam forum akan dijadikan bahan evaluasi dan penyempurnaan standar pelayanan publik di lingkungan Dispersip Tuban, seiring upaya pemerintah daerah membangun layanan perpustakaan dan kearsipan yang semakin modern, terbuka, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Share :