- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Prestasi membanggakan kembali mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat nasional. Fachri Akbar Triyanto, siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro, berhasil meraih predikat Duta SMA Nasional 2026 setelah melewati rangkaian seleksi dan penilaian yang mempertemukan pelajar berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Fachri dikukuhkan bersama para Duta SMA dari berbagai provinsi dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Pencapaian tersebut menjadi kelanjutan dari keberhasilan Fachri meraih Juara I Duta SMA tingkat Jawa Timur 2026. Prestasi di tingkat provinsi itu sekaligus mengantarkannya menjadi wakil Jawa Timur dalam ajang Duta SMA tingkat nasional.
Perjalanan Fachri menuju panggung nasional tidak berlangsung singkat. Ia harus melalui sejumlah tahapan seleksi yang mencakup administrasi, penyusunan portofolio, wawancara, hingga tahap penguatan yang digelar di Yogyakarta.
Bagi Fachri, tahap penguatan menjadi salah satu bagian paling menantang sekaligus paling berharga. Pada tahap tersebut, ia berkesempatan bertemu langsung dengan peserta dari berbagai penjuru Indonesia dengan karakter, pengalaman, serta keunggulan yang berbeda.
Yang paling menantang adalah tahap penguatan karena saya berkesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Saya harus mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan menunjukkan potensi terbaik di tengah peserta dengan latar belakang dan keunggulan yang beragam,” ungkap Fachri.
Interaksi dengan pelajar dari berbagai provinsi memberikan pengalaman tersendiri bagi Fachri. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari proses seleksi, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pendidikan dan berbagai persoalan yang dihadapi pelajar di daerah masing-masing.
Ia menemukan bahwa setiap daerah memiliki pendekatan dan program yang berbeda. Terutama peserta dari luar Jawa yang membawa pengalaman mengenai kondisi pendidikan di wilayahnya masing-masing.
Perbedaan tersebut justru menjadi sumber pembelajaran. Fachri melihat keberagaman perspektif sebagai modal untuk saling memperkaya gagasan dan menemukan pendekatan baru dalam menjawab tantangan pendidikan.
Saya menemukan banyak program dan gagasan unik yang lahir dari kondisi serta kebutuhan daerah masing-masing. Dari situ saya belajar bahwa setiap daerah memiliki cara yang berbeda dalam menjawab persoalan pendidikan, dan keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan untuk saling menginspirasi,” tuturnya.
Pengalaman itu pula yang kemudian memperkuat gagasan Fachri untuk mengembangkan Harmoni Nusantara, sebuah program yang dirancang menjadi ruang kolaborasi bagi siswa dari berbagai daerah.
Melalui program tersebut, talenta, latar belakang, pengalaman, dan perspektif para pelajar diharapkan dapat dipertemukan untuk melahirkan karya bersama yang memiliki dampak lebih luas.
Baca juga:
Bagi Fachri, keberagaman tidak semestinya dipandang sebagai batas. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi energi yang memperkuat kolaborasi ketika berbagai potensi dipertemukan dalam tujuan yang sama.
Keberagaman tidak seharusnya menjadi sekat, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar ketika dipertemukan dalam satu harmoni,” ujarnya.
Sebagai Duta SMA Nasional 2026, Fachri juga ingin mengambil peran dalam memperkuat berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia tidak ingin program dan kebijakan pendidikan berhenti pada tataran informasi. Menurutnya, pelajar perlu memahami substansi program sekaligus mengetahui bagaimana kebijakan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah.
Karena itu, Fachri ingin menjadi pelantang sebaya atau peer voice yang mampu menerjemahkan kebijakan pendidikan ke dalam bahasa yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh siswa.
Peran tersebut dinilai penting agar pelajar tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan pendekatan yang dekat dengan sesama pelajar, Fachri berharap pesan mengenai kebijakan dan program pendidikan dapat diterima secara lebih efektif sekaligus mendorong munculnya partisipasi nyata dari kalangan siswa.
Predikat Duta SMA Nasional 2026 kini menempatkan Fachri pada ruang pengabdian yang lebih luas. Ia menargetkan kiprahnya tidak berhenti di lingkungan SMA Negeri 1 Bojonegoro maupun Jawa Timur, tetapi dapat menjangkau pelajar di berbagai daerah di Indonesia.
Ia ingin memanfaatkan posisi tersebut untuk membawa gagasan, membangun jejaring antarpelajar, serta memberikan motivasi bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan menciptakan perubahan.
Bagi Fachri, menjadi duta bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi. Lebih dari itu, predikat tersebut merupakan kesempatan untuk mengajak lebih banyak pelajar tumbuh bersama.
Bagi saya, keberhasilan Duta SMA bukan hanya tentang apa yang dapat saya capai sendiri, tetapi seberapa banyak orang yang dapat saya ajak untuk ikut tumbuh dan bergerak,” pungkasnya.
Capaian Fachri sekaligus menambah deretan prestasi pelajar Bojonegoro di tingkat nasional. Keberhasilannya membawa nama SMA Negeri 1 Bojonegoro dan Kabupaten Bojonegoro ke panggung nasional menjadi bukti bahwa talenta pelajar daerah mampu bersaing di tengah keberagaman peserta dari seluruh Indonesia.
Lebih dari sekadar gelar, predikat Duta SMA Nasional 2026 membuka ruang baru bagi Fachri untuk mengembangkan gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong pelajar agar tidak berhenti menjadi penerima perubahan, melainkan turut menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.