- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kualitas pembinaan generasi muda melalui penyelenggaraan Pelatihan Pembinaan Fasilitator Palang Merah Remaja (PMR) yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Markas PMI Kabupaten Bojonegoro, Jalan Trunojoyo, tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki kepedulian sosial, karakter kemanusiaan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Pelatihan ini diikuti para fasilitator PMR yang nantinya akan menjadi ujung tombak pembinaan di sekolah masing-masing. Mereka dipersiapkan tidak hanya sebagai pendamping kegiatan kepalangmerahan, tetapi juga sebagai agen pendidikan karakter yang mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sejak dini.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memilih mengabdikan diri sebagai relawan PMI. Menurutnya, keputusan menjadi relawan merupakan bentuk komitmen nyata dalam menumbuhkan semangat kemanusiaan di lingkungan pendidikan melalui pembinaan Palang Merah Remaja.
Terima kasih telah menjadi relawan PMI dan terus menanamkan rasa kemanusiaan kepada seluruh siswa yang tergabung di PMR," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah personel yang dimiliki PMI menjadikan peran relawan sebagai elemen yang sangat vital dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan. Karena itu, keberadaan fasilitator PMR memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Menurut Ninik, pembinaan PMR merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter peserta didik. Melalui berbagai aktivitas kepalangmerahan di sekolah, para siswa dibimbing untuk memahami pentingnya solidaritas, gotong royong, disiplin, kepemimpinan, hingga tanggung jawab sosial sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Baca juga:
Lebih jauh, PMI Kabupaten Bojonegoro juga mendorong agar kegiatan PMR dapat berjalan selaras dengan implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Dalam konteks tersebut, fasilitator diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai mitigasi serta kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi risiko di wilayah masing-masing.
Selain meningkatkan kemampuan dalam proses pembinaan, para fasilitator juga didorong untuk terus mengembangkan kapasitas dalam melakukan pemetaan potensi bencana di lingkungan tempat mereka bertugas. Sebagai relawan yang berada di tengah masyarakat, mereka dinilai memiliki pemahaman paling dekat terhadap kondisi geografis maupun potensi ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
PMI menilai, kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah, sehingga peserta didik tidak hanya memahami teori mitigasi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan risiko di lingkungannya.
Di sisi lain, pembinaan PMR juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti bakti sosial, pelayanan masyarakat, aksi donor darah, hingga berbagai bentuk pengabdian lainnya. Aktivitas tersebut diyakini mampu membentuk pribadi yang berempati, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ninik Susmiati menegaskan komitmen PMI Kabupaten Bojonegoro untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas program-program kemanusiaan di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki organisasi.
Menurutnya, kerja sama yang solid akan membuka ruang yang lebih luas bagi PMI untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang semakin responsif, inklusif, dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut, PMI Kabupaten Bojonegoro berharap para fasilitator PMR mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang berkarakter, peduli terhadap sesama, memiliki semangat kerelawanan, dan siap berkontribusi dalam berbagai aksi kemanusiaan maupun upaya pengurangan risiko bencana di masa mendatang.