- SUMBER : SMSI JATIM
JAKARTA — Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, mengusulkan agar organisasi yang dipimpinnya dipercaya menjadi penanggung jawab penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2027. Usulan tersebut disampaikan secara langsung kepada Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, dalam Malam Anugerah SMSI 2026 yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dalam pidatonya, Firdaus menegaskan bahwa SMSI akan segera menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pers sebagai tindak lanjut atas permohonan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan HPN sebagai agenda penting insan pers nasional perlu dijalankan dengan semangat kesetaraan dan keadilan di antara seluruh konstituen Dewan Pers.
Insya Allah, dengan izin Yang Mulia Ketua Dewan Pers, kiranya berkenan nanti penanggung jawab Hari Pers Nasional yang akan datang itu SMSI. Kami akan kirim surat menyusul,” ujar Firdaus.
Ia menekankan bahwa keinginan SMSI untuk menjadi penanggung jawab HPN 2027 bukan dimaksudkan untuk mendominasi penyelenggaraan acara yang telah menjadi tradisi tahunan insan pers Indonesia tersebut. Sebaliknya, organisasi perusahaan media siber terbesar di Tanah Air itu menginginkan adanya mekanisme yang memberi kesempatan secara bergiliran kepada seluruh konstituen Dewan Pers.
Menurut Firdaus, prinsip kesetaraan harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan HPN di masa mendatang. Organisasi-organisasi konstituen seperti Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), maupun SMSI, memiliki kedudukan yang sama dalam ekosistem pers nasional.
Seluruh konstituen itu harus diberi kesempatan sebagai penanggung jawab demi kesetaraan. AMSI, PRSSNI, ATVLI, ada PWI, ada SMSI dan lainnya. Semuanya harus ditempatkan secara setara dan adil,” katanya.
Baca juga:
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga menyampaikan harapannya agar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat memberikan dukungan terhadap pencalonan SMSI sebagai penyelenggara HPN 2027.
Mohon izin kembali kepada PWI, kiranya nanti mendukung kami untuk menjadi penanggung jawabnya. Karena ini adalah karya-karya luar biasa yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.
Selain menyampaikan gagasan mengenai HPN, Firdaus menjelaskan bahwa Malam Anugerah SMSI 2026 merupakan bentuk penghormatan dari komunitas pers kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga dan memperkuat kemerdekaan pers di Indonesia.
Sebanyak 16 penerima penghargaan dipilih melalui proses seleksi berlapis. Awalnya, pengurus SMSI di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi mengusulkan 61 nama. Daftar tersebut kemudian disaring menjadi 32 kandidat sebelum akhirnya ditetapkan 16 penerima penghargaan oleh dewan juri yang dikoordinasikan Sekretaris Dewan Juri, Prof. Taufik, dengan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Yudi Krisnandi.
Dari 16 tokoh yang menerima penghargaan tersebut, tiga nama akan masuk dalam nominasi penerima Pin Emas SMSI yang dijadwalkan diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang.
Bagi Firdaus, HPN tidak semata menjadi seremoni tahunan bagi insan pers, melainkan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas serta membangun kebersamaan di antara seluruh organisasi konstituen Dewan Pers.
Seluruh konstituen harus ditempatkan secara setara dan berkeadilan. Itu semangat yang ingin kami bangun,” tegasnya.
Malam Anugerah SMSI 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus pusat SMSI, para tokoh penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjaga independensi pers sekaligus memperkuat ekosistem media yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri informasi yang terus berkembang.