Home Daerah

Gabungan Organisasi Wanita Bojonegoro Perkuat Sinergi, Dorong Perempuan sebagai Motor Pembangunan Daerah

by Media Rajawali - 06 April 2026, 17:34 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro, — Peran perempuan dalam pembangunan daerah kembali mendapat penegasan melalui konsolidasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Senin (6 April 2026), organisasi lintas perempuan ini meneguhkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendukung program prioritas pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menyoroti pentingnya transformasi peran perempuan dari sekadar pendamping menjadi aktor utama dalam menjawab berbagai tantangan strategis, mulai dari sektor pendidikan, ketahanan ekonomi keluarga, hingga isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Pembina GOW Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan bahwa keterlibatan aktif perempuan menjadi elemen kunci dalam percepatan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, masih terdapat 5.610 anak usia sekolah di Bojonegoro yang belum mengakses pendidikan formal.

Pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan. Untuk itu, para calon kepala sekolah dibebankan target kinerja yang terukur agar seluruh anak dapat kembali ke bangku sekolah,” ujarnya.

Selain isu pendidikan, perhatian juga diarahkan pada potensi tantangan ekonomi akibat faktor eksternal. Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau panjang mulai akhir April hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut, ditambah dengan kecenderungan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global, dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Baca juga:

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong langkah-langkah adaptif berbasis masyarakat. Salah satunya adalah penerapan gaya hidup hemat energi, termasuk kebijakan penggunaan sepeda bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Senin untuk jarak tertentu. Di tingkat rumah tangga, ASN juga diimbau memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi organisasi, tetapi juga wahana penguatan nilai-nilai spiritual, solidaritas, dan kapasitas perempuan.

Perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan. Melalui GOW yang menaungi sekitar 47 organisasi wanita, kami berupaya mendorong perempuan Bojonegoro agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” katanya.

Cantika juga menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fokus gerakan GOW ke depan, yakni penguatan solidaritas antaranggota, peningkatan kapasitas individu baik dalam aspek keterampilan teknis maupun nonteknis, serta penciptaan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Ia menambahkan, keberhasilan perempuan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kerja kolektif yang saling menguatkan dan berkelanjutan. “Setiap peran yang dijalankan harus memiliki nilai manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sosial yang lebih luas,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi penanda konsolidasi strategis organisasi perempuan di Bojonegoro dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan. Dengan memperkuat sinergi lintas sektor, GOW diharapkan mampu menjadi mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Share :