- Oleh Budi Hartono || Sumber : ADMC 0813
BOJONEGORO — Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memitigasi potensi bencana terus diperkuat di Kabupaten Bojonegoro. Pada Jumat (13/2/2026), jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0813 Bojonegoro menggelar aksi karya bakti massal secara serentak di berbagai wilayah binaan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri.
Kegiatan berskala kolaboratif ini melibatkan unsur TNI-Polri, Forkopimcam, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan titik-titik penumpukan sampah liar yang selama ini berpotensi memicu banjir, pencemaran lingkungan, serta gangguan kesehatan masyarakat. Pembersihan dilakukan di drainase, aliran sungai, hingga lahan kosong yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal.
Salah satu titik kegiatan berlangsung di Kecamatan Dander, tepatnya di Desa Ngraseh. Di wilayah ini, karya bakti dipimpin langsung oleh Danramil 0813-05/Dander, Kapten Cku Parjan. Dua lokasi prioritas menjadi sasaran utama, yakni pembersihan aliran sungai dan area pemakaman umum desa. Kedua titik tersebut dinilai strategis karena memiliki dampak langsung terhadap kesehatan lingkungan dan kenyamanan warga.
Kapten Cku Parjan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan karya bakti merupakan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga pada penguatan ketahanan wilayah. Menurutnya, sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial.
Baca juga:
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Sinergitas yang solid antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci ketahanan wilayah. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya yang terus dijaga,” ujarnya.
Kepala Desa Ngraseh, Mafthukin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan tersebut, terlebih pelaksanaannya menjelang Bulan Suci Ramadan. Ia berharap momentum kerja bakti mampu membangun kesadaran kolektif warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya di lahan kosong maupun bantaran sungai.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung berupa lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menjadi sarana edukasi sosial bagi masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Melalui gerakan bersama ini, Bojonegoro menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya gotong royong sekaligus memperkuat kesadaran publik bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.