Home Pendidikan

Guru SD di Montong Tuban Perkuat Pembelajaran Mendalam untuk Asah Nalar Kritis Siswa

by Media Rajawali - 25 Mei 2026, 23:22 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

TUBAN — Upaya memperkuat kualitas pembelajaran dasar terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban melalui kolaborasi dengan program INOVASI Jawa Timur. Senin (25/5), puluhan guru sekolah dasar di Kecamatan Montong mengikuti refleksi dan pelatihan Unit IN ke-3 di Aula Koordinator Pendidikan (Kordik) Montong, dengan fokus pada penguatan strategi bertanya, teknik probing, serta pemberian umpan balik yang efektif dalam proses belajar mengajar.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pembelajaran mendalam (deep learning) yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Dalam pelatihan kali ini, para guru tidak hanya mengevaluasi praktik pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah, tetapi juga memperdalam metode pengajaran yang bertujuan membangun kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini.

Koordinator Pengawas SD Kabupaten Tuban, Rindatuti, menjelaskan bahwa Unit IN ke-3 menitikberatkan pada penerapan teknik probing, yakni metode menggali dan mengembangkan pertanyaan berdasarkan jawaban siswa. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendorong proses belajar yang lebih reflektif dan mendalam.

Menurutnya, pembelajaran yang efektif tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi, melainkan juga sebagai individu yang aktif berpikir, menganalisis, dan mengembangkan pertanyaan.

Harapannya, siswa terbiasa memberikan jawaban yang lebih mendalam sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis. Guru juga dilatih untuk membiasakan siswa menyusun pertanyaan yang memungkinkan munculnya beragam jawaban,” ujarnya.

Rindatuti menambahkan, keberhasilan metode tersebut sangat bergantung pada konsistensi guru dalam menerapkannya di ruang kelas. Guru didorong untuk menciptakan suasana belajar yang memberi ruang kepada siswa untuk berpendapat, bertanya, serta mengembangkan cara berpikir secara mandiri.

Baca juga:

Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Setelah kegiatan berlangsung, para guru akan menjalani tahap On the Job Learning (OJL) ketiga di sekolah masing-masing. Tahap tersebut menjadi bagian dari proses pendampingan dan evaluasi implementasi pembelajaran secara langsung.

Kami ingin mengetahui progres sebelum dan sesudah materi ini diterapkan. Karena itu, program ini akan terus berkelanjutan sebagai bagian evaluasi implementasi pembelajaran,” kata Rindatuti.

Sementara itu, Education Coordinator INOVASI Jawa Timur, Anhar Putra Iswanto, menilai perubahan kualitas pendidikan tidak dapat dicapai secara instan. Oleh sebab itu, pelatihan dirancang secara bertahap agar guru memiliki cukup waktu untuk memahami materi sekaligus mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Menurut Anhar, konsep pembelajaran mendalam menuntut perubahan pola pikir pendidik agar lebih adaptif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Pembelajaran mendalam tidak akan terjadi tanpa perubahan cara berpikir kita sebagai pendidik. Guru juga perlu terus belajar bagaimana membantu murid belajar sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan dan memberikan umpan balik merupakan elemen penting dalam menciptakan ruang belajar yang partisipatif. Strategi tersebut diyakini mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, bertanya secara aktif, serta terlibat lebih dalam selama proses pembelajaran berlangsung.

Melalui pelatihan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Tuban bersama INOVASI Jawa Timur berharap transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar dapat berjalan lebih progresif. Penguatan kapasitas guru dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan siswa dengan daya pikir kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Share :