- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026), berlangsung dalam suasana istimewa. Momentum enam dekade lebih perjalanan sekolah tersebut ditandai dengan peresmian gedung baru yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno.
Kehadiran Pratikno memiliki arti tersendiri bagi keluarga besar SMPN 1 Padangan. Jauh sebelum menduduki posisi sebagai pejabat negara, Pratikno merupakan bagian dari sejarah sekolah tersebut. Ia tercatat sebagai alumni SMPN 1 Padangan dan menempuh pendidikan di sekolah itu pada 1973 hingga 1976.
Kunjungan tersebut sekaligus menghadirkan gambaran tentang bagaimana institusi pendidikan di daerah dapat menjadi fondasi penting dalam perjalanan seseorang hingga mampu mengemban tanggung jawab di tingkat nasional.
Di hadapan keluarga besar sekolah, Pratikno menyampaikan apresiasi atas berdirinya gedung baru SMPN 1 Padangan. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan bangunan, melainkan merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Terima kasih untuk SMP 1 Padangan dan selamat ulang tahun yang ke-61 tahun. Tagline-nya membangun manusia, memajukan kebudayaan. Alhamdulillah gedung baru sudah dibangun,” ujar Pratikno.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Bagi Pratikno, keberadaan sarana pendidikan yang memadai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Gedung baru diharapkan mampu mengatasi keterbatasan ruang sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas siswa.
Pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun manusia dan setiap fasilitas pendidikan yang dibangun adalah investasi untuk menyiapkan generasi masa depan,” tegasnya.
Pratikno berharap fasilitas baru tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga sekolah. Dengan bertambahnya ruang, pengelolaan lingkungan SMPN 1 Padangan dapat dilakukan secara lebih leluasa dan fungsional.
Ia menyebut area belakang sekolah dapat dioptimalkan sebagai ruang pendukung kegiatan pembelajaran, sementara kawasan bagian depan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan siswa lainnya.
Baca juga:
Sebelum menyampaikan sambutan, Pratikno mengajak seluruh tamu undangan dan peserta kegiatan untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa bagi masyarakat yang menjadi korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajakan tersebut memberi nuansa berbeda dalam peringatan HUT ke-61 SMPN 1 Padangan. Di tengah kegembiraan atas bertambahnya usia sekolah dan hadirnya fasilitas baru, terselip pesan kemanusiaan bahwa dunia pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut pun tidak sekadar menjadi seremoni peresmian gedung, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan sejarah, pendidikan, pembangunan dan nilai kemanusiaan dalam satu momentum.
Kepala SMPN 1 Padangan, Sucipto, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Menko PMK Pratikno serta Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan terhadap pembangunan fasilitas sekolah.
Sucipto menuturkan, SMPN 1 Padangan yang berdiri sejak 1965 kini telah memasuki usia 61 tahun. Kehadiran seorang alumni yang kini dipercaya mengemban jabatan sebagai menteri koordinator menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi para siswa dan tenaga pendidik. Semoga SMP 1 Padangan bisa menciptakan generasi yang membanggakan seperti Bapak Pratikno,” kata Sucipto.
Menurutnya, perjalanan Pratikno menjadi contoh bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu berawal dari lembaga pendidikan yang berada di pusat kota atau lingkungan elite. Sekolah di daerah pun mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi yang kelak berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Rangkaian kegiatan HUT ke-61 SMPN 1 Padangan juga diisi dengan penyerahan bantuan peningkatan mutu pendidikan tingkat SMP tahun 2026.
Bantuan tersebut berasal dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Dikdasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Adapun bantuan yang diterima SMPN 1 Padangan berupa dana sebesar Rp50 juta serta 360 buku yang terdiri atas 35 judul.
Bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan fasilitas, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memperkaya sumber belajar, meningkatkan budaya literasi serta mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas.
Dengan hadirnya gedung baru dan dukungan peningkatan mutu pendidikan, SMPN 1 Padangan kini memasuki fase baru dalam perjalanan panjangnya. Enam puluh satu tahun setelah berdiri, sekolah tersebut tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan kembali perannya sebagai ruang pembentukan manusia, tempat tumbuhnya cita-cita dan salah satu fondasi bagi masa depan generasi muda Bojonegoro.