Home Daerah

Kapolres Bojonegoro Tekankan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Anak di Era Digital pada Halal Bihalal MUI

by Media Rajawali - 14 April 2026, 20:29 WIB

  • Sumber : Humas Polres Bojonegoro 

Bojonegoro, — Di tengah suasana hangat bulan Syawal, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menyoroti urgensi pengawasan anak dalam penggunaan teknologi digital saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (14/4/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jalan Trunojoyo tersebut menjadi ajang silaturahmi lintas institusi, mempertemukan unsur ulama, pemerintah, dan pemangku kepentingan daerah. Hadir dalam kesempatan itu Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Amanulloh, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetijo. Turut pula Ketua FKUB Bojonegoro Hanafi dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro Muh Abdullah Hafith, bersama sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, AKBP Afrian menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin seraya mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum halal bihalal sebagai sarana mempererat kohesi sosial dan memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan tokoh agama dan masyarakat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bergantung pada peran institusi formal, tetapi juga pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, ia membuka ruang dialog yang inklusif bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan terhadap kinerja kepolisian.

Baca juga:

Komunikasi yang terbuka adalah fondasi kepercayaan publik. Kami siap menerima saran maupun kritik yang konstruktif demi peningkatan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Namun demikian, sorotan utama dalam pernyataannya tertuju pada fenomena meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak. Menurutnya, tanpa pengawasan yang memadai, ruang digital berpotensi menghadirkan risiko terhadap perkembangan moral dan psikologis generasi muda.

AKBP Afrian menekankan bahwa orang tua memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengedukasi dan membatasi penggunaan gawai, termasuk dalam mengarahkan anak agar bijak dalam mengakses media sosial. Ia mengingatkan bahwa tantangan keamanan saat ini telah meluas ke ranah virtual, sehingga pendekatan preventif menjadi sangat penting.

Menjaga keamanan tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Edukasi sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama antara aparat keamanan, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika perkembangan teknologi. Dalam suasana kebersamaan pasca-Ramadan, pesan yang disampaikan tidak hanya berorientasi pada rekonsiliasi sosial, tetapi juga pada kesiapsiagaan menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Dengan demikian, Halal Bihalal MUI Bojonegoro tahun ini tidak sekadar menjadi tradisi seremonial, melainkan juga ruang refleksi kolektif dalam memperkuat ketahanan sosial, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Share :