- SUMBER : ADMC 0813
BOJONEGORO – Antrean jeriken, galon, dan ember beraneka warna mengular di lingkungan RT 004 dan RT 005, RW 004, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Senin (14/9/2026).
Warga datang membawa wadah kosong untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan Kodim 0813 Bojonegoro. Di tengah musim kemarau yang semakin panjang, air bagi masyarakat bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro kembali mengerahkan armada truk tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih dengan total 77.000 liter ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Distribusi dilakukan secara serentak di tiga wilayah kecamatan dengan tingkat kebutuhan air yang cukup tinggi. Kecamatan Kapas menjadi salah satu wilayah dengan alokasi terbesar, yakni 48.000 liter yang masing-masing disalurkan sebanyak 16.000 liter ke Desa Kumpulrejo, Desa Tapelan, dan Desa Bendo.
Khusus Desa Kumpulrejo, bantuan tersebut diperuntukkan bagi sedikitnya 1.030 jiwa yang menghadapi keterbatasan sumber air akibat kemarau. Sejumlah sumur warga mulai mengalami penurunan debit, sehingga pemenuhan kebutuhan air untuk memasak, mencuci, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya menjadi semakin sulit.
Bantuan juga menjangkau wilayah lain. Sebanyak 13.000 liter air bersih dikirim ke Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo. Sementara 16.000 liter lainnya disalurkan ke Pondok Pesantren Izzatul Ummah di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, untuk memenuhi kebutuhan air para santri dan pengurus pesantren.
Di lapangan, pendistribusian tidak hanya mengandalkan kedatangan armada pembawa air. Para Babinsa dari Koramil di masing-masing wilayah turut turun langsung memastikan proses pembagian berlangsung tertib dan bantuan diterima masyarakat sesuai kebutuhan.
Baca juga:
Babinsa Desa Kumpulrejo, Serka Imron, mengatakan pengawalan dilakukan untuk memastikan distribusi air berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Pengawalan pendistribusian air bersih ini dilakukan agar penyaluran bantuan berjalan tertib dan lancar, sehingga semua warga dapat memperoleh air bersih sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Serka Imron di sela-sela membantu warga menerima bantuan air.
Perangkat Desa Kumpulrejo juga turut mendampingi proses distribusi. Kasi Pelayanan Desa Kumpulrejo, Ali Rujito, mengapresiasi bantuan yang kembali diberikan Kodim 0813 Bojonegoro kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan air bersih memiliki arti penting bagi warga, terutama ketika sumber air mulai mengering dan kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi setiap hari.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kodim 0813 Bojonegoro atas bantuan air bersih ini. Di saat sumur-sumur warga mulai mengering, bantuan ini benar-benar menjadi penyelamat bagi aktivitas sehari-hari masyarakat kami,” ujar Ali Rujito.
Bagi warga Kumpulrejo, kedatangan truk tangki tidak sekadar membawa ribuan liter air. Bantuan tersebut sekaligus menghadirkan ruang bernapas di tengah tekanan musim kemarau yang membuat akses terhadap air bersih semakin terbatas.
Langkah Kodim 0813 Bojonegoro tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga membutuhkan kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan Babinsa dan perangkat desa, proses penyaluran diupayakan berlangsung tertib, merata, dan menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.
Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya beranjak, air bersih menjadi bentuk bantuan yang sederhana sekaligus sangat berarti. Bagi masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan sumur mengering, satu jeriken air dapat menjadi penopang bagi kehidupan satu keluarga.