- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pendopo Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, tampak semarak pada Selasa (11/8/2026). Sebanyak 12 kelompok ibu-ibu PKK dari desa se-Kecamatan Purwosari beradu kreativitas melalui Lomba Cipta Menu Program Gayatri, dengan menghadirkan beragam olahan makanan berbahan dasar telur dan pangan lokal.
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kader PKK untuk mengembangkan inovasi pangan keluarga yang sehat, bergizi, hemat, sekaligus mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kreasi menu yang ditampilkan peserta nantinya tidak berhenti sebagai karya lomba. Seluruh resep akan dikumpulkan dan didokumentasikan untuk disusun menjadi buku resep olahan telur Gayatri yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengolah telur menjadi hidangan bergizi dan bernilai guna.
Mengusung tema “Sehat, Hemat, dan Layak Diterapkan”, lomba ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan telur sebagai sumber protein keluarga sekaligus mendorong ketahanan pangan berbasis potensi lokal desa.
Program Gayatri sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri. Program tersebut diarahkan untuk membantu penguatan ekonomi keluarga melalui pemberian aset produktif berupa ayam petelur, kandang, dan pakan kepada masyarakat sasaran.
Penilaian terhadap kreasi peserta dilakukan oleh tiga dewan juri profesional yang berasal dari unsur Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, serta praktisi kuliner dari Warung Kuliner Bojonegoro (Wakulbo).
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, mengatakan lomba tersebut lahir dari semangat bersama untuk mendukung implementasi Program Gayatri di tingkat kecamatan dan desa.
Ia mengapresiasi kreativitas seluruh peserta yang dinilai mampu mengolah telur menjadi beragam menu yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai gizi bagi keluarga.
Terima kasih atas upaya seluruh peserta yang telah menyajikan menu terbaiknya. Olahan ini kaya protein sehingga memberi nutrisi tambahan bagi anak-anak. Hasil kreasi ini sangat potensial dan ke depan dapat menjadi referensi dan dibukukan sebagai buku menu khas Kecamatan Purwosari,” ujar Ike.
Menurutnya, dokumentasi resep tersebut diharapkan tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan demikian, berbagai kreasi yang lahir dari desa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi dalam pemanfaatan telur Gayatri sebagai bagian dari menu keluarga.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas peserta. Menurutnya, kreasi yang ditampilkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk pengembangan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Ia mengatakan, inovasi menu berbasis telur tersebut sejalan dengan arah Program Gayatri yang menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lomba ini sesuai program Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati yaitu Gayatri untuk menurunkan kemiskinan berupa memberikan produk aset produktif yaitu ayam petelur beserta kandang dan pakannya. Sasarannya warga yang berada di desil 1-5. Semoga menjadi inspirasi desa dan kecamatan lainnya,” ujarnya.
Elfia menambahkan, lomba cipta menu juga menjadi salah satu bentuk keterlibatan kecamatan dan desa dalam melakukan monitoring sekaligus mendorong pemanfaatan hasil Program Gayatri.
Baca juga:
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan ayam petelur, tetapi juga dari sejauh mana hasil produksi dapat dimanfaatkan, dikembangkan, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.
Lebih lanjut, lomba ini menjadi bukti komitmen kecamatan dan desa dalam membantu monitoring program Gayatri. Sehingga aneka ragam produk telur ini dapat menginspirasi secara merata,” katanya.
Ketua TP PKK Kecamatan Purwosari, Sri Wilujeng, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus dirangkai dengan agenda pertemuan rutin PKK.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkuat peran kader PKK dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya Program Gayatri.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendukung program pemerintah di tingkat kecamatan, khususnya Program Gayatri. Kami berharap produksi dan pemanfaatan telur Gayatri di masyarakat semakin meningkat,” ungkapnya.
Selain mendorong pemanfaatan telur, lomba tersebut juga dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam menyusun menu keluarga yang sehat dan bergizi seimbang.
Pemanfaatan bahan pangan lokal dari masing-masing desa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dengan bahan yang mudah diperoleh, menu yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bergizi, tetapi juga ekonomis dan realistis untuk diterapkan masyarakat.
Sri Wilujeng menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam menciptakan olahan telur yang praktis, beragam, dan sesuai kebutuhan keluarga.
Seluruh resep hasil kreativitas peserta selanjutnya akan dikumpulkan dan didokumentasikan dalam sebuah buku resep olahan Gayatri.
Buku tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran sekaligus panduan praktis bagi kader PKK dan masyarakat luas dalam menyajikan makanan sehat, bergizi, serta berbasis bahan pangan lokal.
Langkah tersebut juga memberikan dimensi baru bagi Program Gayatri. Telur yang dihasilkan dari peternakan masyarakat tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber pangan keluarga yang memiliki beragam pilihan olahan.
Dengan pendekatan tersebut, program peternakan, ketahanan pangan, peningkatan gizi, dan kreativitas masyarakat dapat berjalan dalam satu rangkaian yang saling menguatkan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Desa Purwosari berhasil meraih Juara 1, disusul Desa Pelem sebagai Juara 2 dan Desa Sedahkidul sebagai Juara 3.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih Desa Punggur sebagai Juara Harapan 1, Desa Ngerejeng sebagai Juara Harapan 2, dan Desa Tlatah sebagai Juara Harapan 3.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pangan dapat tumbuh dari tingkat desa. Melalui kreativitas kader PKK, telur hasil Program Gayatri diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan keluarga, diolah menjadi makanan yang sehat, terjangkau, bernilai gizi, dan dapat diterapkan secara luas di tengah masyarakat.