- Oleh : Budi Hartono
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga warisan budaya daerah melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur Tahun 2026 tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro tersebut menjadi ruang edukatif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan cerita rakyat khas Bojonegoro sejak usia dini.
Kompetisi yang dibuka secara gratis tanpa pungutan biaya ini mengangkat tema cerita lokal Bojonegoro yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan pesan moral. Selain menjadi ajang pengembangan bakat, lomba tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter anak melalui tradisi bertutur yang mulai jarang ditemui di tengah derasnya arus digitalisasi.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia telah menyiapkan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bagi para peserta terbaik yang mampu menampilkan kemampuan bertutur secara kreatif, komunikatif, dan inspiratif.
Kepala Dispusip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai sebuah perlombaan semata, melainkan bagian dari strategi membangun generasi literat yang tetap berakar pada budaya lokal.
Menurutnya, Bojonegoro memiliki kekayaan cerita rakyat, sejarah daerah, serta tradisi turun-temurun yang mengandung banyak pelajaran kehidupan. Melalui lomba tersebut, anak-anak diharapkan mampu menjadi penerus yang menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan keberanian tampil di depan publik.
Baca juga:
Melalui Lomba Bertutur ini, kami ingin mewadahi bakat adik-adik SD dan MI agar mereka berani tampil, mengasah kemampuan literasi, sekaligus menjadi agen pelestari kebudayaan lokal Bojonegoro sejak dini,” ujarnya.
Adapun syarat utama peserta di antaranya merupakan siswa aktif SD/MI kelas III Tahun Ajaran 2025/2026. Setiap sekolah diperkenankan mengirim maksimal dua peserta dengan materi cerita yang wajib mengangkat tema lokal khas Bojonegoro. Selain itu, sekolah asal peserta juga diwajibkan memiliki fasilitas perpustakaan atau pojok baca sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi sekolah.
Dispusip Bojonegoro menerapkan sistem seleksi bertahap yang diawali secara daring untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada sekolah-sekolah di berbagai wilayah Bojonegoro. Para peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan sebagai tahap awal penilaian.
Pendaftaran dan pengiriman video dibuka mulai 13 hingga 31 Mei 2026. Selanjutnya, tim juri akan melaksanakan Seleksi Tahap I pada 1 sampai 6 Juni 2026, sebelum akhirnya mengumumkan 10 besar finalis pada 8 Juni 2026. Para finalis terpilih nantinya akan mengikuti babak final secara langsung yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026 bersamaan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan registrasi resmi yang telah disediakan panitia, sementara petunjuk teknis perlombaan juga dapat diakses secara daring guna memudahkan sekolah maupun peserta memahami seluruh ketentuan kompetisi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap budaya membaca, bertutur, dan mengenal sejarah lokal dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, upaya menjaga identitas budaya daerah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak bangsa yang berbudaya, kreatif, dan berdaya saing.