Home Daerah

Mitigasi Kekeringan Dipercepat, Pemkab Bojonegoro Perkuat Infrastruktur Air Demi Amankan Musim Tanam III

by Media Rajawali - 16 Juli 2026, 21:42 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat langkah mitigasi kekeringan menjelang puncak musim kemarau dengan mengakselerasi pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sumber daya air. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), pemerintah daerah menggelar serangkaian program strategis yang difokuskan pada peningkatan kapasitas tampungan air, normalisasi sungai dan saluran pembuang, serta perluasan jaringan irigasi guna menjamin keberlanjutan sektor pertanian pada Musim Tanam III (MT III) Tahun 2026.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan air irigasi di tengah meningkatnya ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Pemerintah daerah menilai ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menjaga kesinambungan produksi pangan, khususnya pada musim tanam yang berlangsung di tengah kondisi curah hujan yang semakin terbatas.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan lapangan dan analisis kondisi hidrologi di berbagai wilayah. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan rutin, melainkan juga mengedepankan intervensi infrastruktur yang bersifat adaptif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Musim Tanam III merupakan fase yang sangat menentukan bagi keberlangsungan aktivitas pertanian. Karena itu, kapasitas tampungan air melalui embung, waduk, maupun normalisasi aliran sungai terus ditingkatkan agar distribusi air tetap dapat menjangkau lahan pertanian hingga ke bagian hilir jaringan irigasi.

MT III adalah periode krusial bagi para petani kita. Oleh karena itu, perluasan daya tampung air melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air yang terbatas dapat terdistribusi secara adil dan lancar hingga ke ujung saluran. Komitmen kami adalah meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat Bojonegoro," ujar Retno.

Sebagai bagian dari upaya memperbesar cadangan air baku, Dinas PU SDA melaksanakan normalisasi Embung Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Pojok di Kecamatan Purwosari. Pada saat yang sama, pembangunan embung baru tengah berlangsung di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, serta Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, disertai normalisasi Embung Sumbergede di kecamatan yang sama.

Baca juga:

Tidak berhenti pada embung, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno, Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang sebagai bagian dari penguatan kapasitas penyimpanan air jangka panjang.

Di sisi lain, optimalisasi jaringan sungai dan saluran pembuang juga menjadi prioritas. Normalisasi dilakukan pada sejumlah aliran sungai di Desa Gondang, Desa Senganten, dan Desa Duyungan untuk meningkatkan kapasitas aliran sekaligus mengurangi sedimentasi yang menghambat distribusi air.

Program tersebut dilanjutkan dengan normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, serta pembenahan saluran afvoer pada sejumlah titik kritis di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan apabila terjadi anomali cuaca.

Selain memperbesar kapasitas tampungan dan memperbaiki saluran utama, Dinas PU SDA juga melakukan ekspansi jaringan irigasi secara luas. Pembangunan saluran irigasi baru dilaksanakan di berbagai kecamatan, antara lain Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, Gondang, Sekar, Sumberrejo, Balen, Dander, Trucuk, Kalitidu, Kanor, Kedungadem, hingga Baureno.

Sementara itu, rehabilitasi jaringan irigasi eksisting difokuskan pada wilayah Dander, Padangan, Trucuk, Tambakrejo, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho. Perbaikan tersebut bertujuan mengurangi kehilangan air akibat rembesan, sedimentasi, maupun kerusakan konstruksi sehingga efisiensi distribusi air ke lahan pertanian dapat meningkat.

Retno menegaskan bahwa seluruh rangkaian program tersebut merupakan investasi infrastruktur yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek menghadapi musim kemarau, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem irigasi Bojonegoro dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dinamis.

Melalui kombinasi pembangunan embung dan waduk, normalisasi sungai serta saluran pembuang, hingga pengembangan jaringan irigasi di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sepanjang Musim Tanam III. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat dipertahankan, risiko gagal panen ditekan, dan ketahanan pangan daerah tetap terpelihara di tengah tantangan musim kemarau yang semakin kompleks.

Share :