- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro 2026 resmi dimulai. Pembukaan MTQ zona timur berlangsung di Aula Institut Agama Islam (IAI) Atanwir, Kecamatan Sumberrejo, Rabu (30/9/2026), dengan diikuti 250 peserta.
Pelaksanaan MTQ tahun ini menggunakan sistem pembagian zona wilayah. Pola tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan penjaringan peserta sekaligus memastikan potensi generasi Qurani dapat ditemukan secara merata, termasuk dari wilayah pelosok Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka kegiatan mengatakan, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia dalam jangka panjang melalui pembinaan kemampuan sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Menurut Nurul, penguasaan nilai-nilai Al-Qur’an perlu berjalan seiring dengan pendidikan umum. Perpaduan keduanya dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan, karakter, serta landasan moral yang kuat.
Baca juga:
Melalui kegiatan seperti ini, kita mencari bibit-bibit yang memiliki potensi dan kemampuan. Mereka kemudian dibina agar ke depan dapat terus berprestasi dan membawa nama baik Bojonegoro,” ungkap Nurul Azizah.
Ia menambahkan, prestasi di bidang Al-Qur’an kini juga dapat menjadi modal penting bagi peserta dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, pembinaan tidak berhenti pada pencapaian dalam perlombaan, tetapi diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta secara berkelanjutan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Bojonegoro, Dian Rokhmawati Ikhtiorini, turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan MTQ. Kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Kementerian Agama, serta masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan generasi Qurani.
Melalui penyelenggaraan yang dilakukan secara konsisten dan terarah, Pemkab Bojonegoro berharap MTQ mampu menjadi ruang untuk menemukan, membina, dan mengembangkan talenta-talenta terbaik daerah. Para peserta tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan dalam bidang Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh sebagai generasi berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan dimulainya MTQ zona timur, proses penjaringan talenta Qurani di Kabupaten Bojonegoro memasuki tahap penting. Dari ajang tersebut, potensi-potensi baru diharapkan dapat dipersiapkan untuk melanjutkan pembinaan dan mengharumkan nama Bojonegoro pada tingkat yang lebih tinggi.