- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat upaya pemerataan pelayanan publik melalui kegiatan Pasar Murah Setelah Sholat Isya (PASS ISYA) di Dusun Sumengko, Kecamatan Padangan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menyerap aspirasi warga, sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada kelompok yang membutuhkan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, PASS ISYA juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada anak yatim dan anak piatu terlantar nonpanti. Kegiatan ini memadukan upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok dengan perhatian terhadap persoalan sosial masyarakat.
Di hadapan tokoh masyarakat, kepala desa, dan warga setempat, Nurul Azizah menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Menurutnya, pemerataan akses layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur desa perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Kesehatan adalah prioritas utama kita. Seluruh masyarakat Bojonegoro tidak boleh ada yang merasa takut berobat karena terkendala biaya,” ujarnya.
Baca juga:
Dalam bidang kesehatan, pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas dan akses pelayanan medis, termasuk penanganan penyakit jantung melalui fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Wabup menyebut fasilitas tersebut telah menempati peringkat ketiga nasional. Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan perluasan pembebasan biaya cuci darah atau hemodialisis bagi masyarakat kurang mampu agar dapat menjangkau seluruh rumah sakit umum daerah, termasuk RSUD Padangan dan RSUD Sumberrejo.
Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi hambatan ekonomi yang kerap dihadapi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan. Dengan akses pengobatan yang semakin luas, warga diharapkan dapat memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan tanpa terbebani biaya yang tidak mampu mereka tanggung.
Selain kesehatan, pembangunan infrastruktur pedesaan turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), pemerintah mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas masyarakat. Di Desa Sumengko, alokasi BKKD dimanfaatkan untuk pembangunan dan pengaspalan jalan poros desa.
Menurut Nurul Azizah, keberadaan jalan yang memadai berperan penting dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil usaha, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang baik juga diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi kegiatan produktif di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup turut mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial, termasuk penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) secara humanis melalui kerja sama pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan warga yang membutuhkan pendampingan memperoleh perhatian dan penanganan yang layak.
Melalui PASS ISYA, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan ekonomi, kesehatan, dan sosial masyarakat. Keberlanjutan program serta pemerataan manfaatnya menjadi bagian penting agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.