Home Daerah

Pemkab Bojonegoro dan Unair Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Melalui Edukasi Konsumsi Protein Hewani

by Media Rajawali - 08 Juli 2026, 13:34 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan kualitas sumber daya manusia. Melalui kolaborasi bersama Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, pemerintah daerah mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani sebagai fondasi tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan produktif.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam sarasehan bertajuk "Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting" yang berlangsung di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Airlangga dalam memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat berbasis ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan protein hewani, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sektor peternakan dan perikanan lokal sebagai sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi yang tidak hanya berorientasi pada penurunan prevalensi stunting, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama sekaligus paling menentukan dalam membentuk kualitas generasi masa depan. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu harus terus diperluas hingga menjangkau setiap rumah tangga.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat jauh lebih besar dibandingkan investasi dalam bentuk materi.

Investasi yang paling menguntungkan bukanlah emas ataupun tanah, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang baik. Dari sinilah akan lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Cantika.

Baca juga:

Ia juga mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Airlangga selama lima tahun terakhir. Berbagai program pendampingan yang telah dilaksanakan dinilai memberikan dampak nyata, mulai dari pengembangan sektor peternakan hingga pemantauan status gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase tersebut, kecukupan gizi menjadi faktor yang sangat menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kualitas kesehatan anak pada masa mendatang.

Ia menilai Bojonegoro memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat melalui berbagai program unggulan daerah. Di antaranya Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), budidaya lele keluarga, hingga pengembangan peternakan domba yang mampu memperkuat ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga.

Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan produk pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) sehingga masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap sumber protein berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sebagai tindak lanjut, hasil edukasi dalam sarasehan tersebut akan diteruskan oleh kader PKK di tingkat kecamatan, kelompok kerja (Pokja), hingga dasawisma agar informasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dapat menjangkau lebih banyak keluarga di seluruh wilayah Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Airlangga tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan diarahkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Bojonegoro optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus membangun generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing sebagai fondasi pembangunan daerah serta modal utama menuju Indonesia yang lebih maju.

Share :