Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Dorong Ketahanan Pangan Melalui Bantuan Bibit Cabai di Desa Sukorejo

by Media Rajawali - 08 Oktober 2025, 18:53 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menggulirkan program bantuan pertanian. Kali ini, bantuan berupa bibit cabai disalurkan kepada Kelompok Tani Widodo di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, pada Selasa (7/10/2025).

Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Bojonegoro untuk mendorong kemandirian pangan berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Bantuan tersebut meliputi 270 batang cabai rawit dan 180 batang cabai keriting yang telah disiapkan dalam polybag, sehingga dapat langsung ditanam oleh para petani penerima.

Salah satu anggota kelompok tani, Sufyan, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah. Ia menyebut, bibit cabai ini menjadi modal awal yang sangat berarti bagi petani di tengah fluktuasi harga komoditas hortikultura.

“Mudah-mudahan nanti hasilnya bagus dan bisa menjadi modal untuk membeli bibit lagi,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Revi Puspitasari, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2B), hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Hortikultura Wilayah Jawa Timur dan Pemkab Bojonegoro. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk memperkuat gizi keluarga melalui diversifikasi sumber pangan.

Baca juga:

“Bantuan tanaman cabai ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pekarangan produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, juga dapat menjadi tambahan pendapatan apabila hasil panennya melimpah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Revi menegaskan bahwa DKPP akan terus melakukan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar proses budidaya berjalan optimal, mulai dari tahap penanaman hingga panen. Pendampingan tersebut juga mencakup pelatihan tentang pengendalian hama terpadu dan pemanfaatan hasil panen secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Arifin, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bojonegoro, menilai program ini sebagai langkah nyata menuju kemandirian pangan masyarakat. Menurutnya, kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sayur-mayur sendiri akan mengurangi ketergantungan terhadap pasar sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengelola sumber pangan mereka sendiri. Ini investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan lokal,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, Pemkab Bojonegoro berharap inisiatif ini dapat memperluas dampak positif terhadap produktivitas hortikultura dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan yang terarah dan berkesinambungan, program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Bojonegoro sebagai daerah mandiri pangan sekaligus tangguh secara ekonomi.

Share :