Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Benteng Anti Narkoba di Sekolah, Pelajar Sekaligus Dilayani Perekaman e-KTP

by Media Rajawali - 22 Mei 2026, 12:55 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempertegas komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di SMKN 1 Bojonegoro, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan itu tidak hanya berfokus pada edukasi bahaya narkoba, tetapi juga dirangkaikan dengan pelayanan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bagi para pelajar yang telah memasuki usia wajib identitas kependudukan. Sinergi dua layanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan terpadu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat perlindungan generasi muda sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kapolres Bojonegoro Afrian Satya Permadi, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Heri Widodo, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro, serta jajaran guru dan ratusan siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa pembinaan terhadap kalangan pelajar merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya harus dihadapi melalui edukasi yang konsisten sejak usia sekolah.

Generasi muda adalah harapan bangsa. Karena itu, penting membangun kesadaran sejak dini agar pelajar memiliki pemahaman kuat tentang bahaya narkoba sekaligus memperkuat mental dan karakter mereka,” ujar Ninik Susmiati di hadapan para siswa.

Selain memberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba, pemerintah daerah juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan secara langsung di lingkungan sekolah. Program jemput bola tersebut memungkinkan siswa berusia 17 tahun melakukan perekaman e-KTP tanpa harus mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Baca juga:

Langkah itu dinilai sebagai bentuk inovasi pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memastikan para pelajar memiliki dokumen identitas resmi sebagai bagian dari hak administrasi kependudukan mereka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengingatkan para pelajar agar tetap fokus menata masa depan dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif, khususnya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kehidupan sejak usia muda.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan disiplin, pendidikan, kerja keras, doa, serta restu orang tua.

Sukses tidak datang secara instan, tetapi melalui proses. Kuncinya belajar, berdoa, berusaha, dan meminta restu orang tua. Jangan sampai masa depan rusak karena pengaruh narkoba,” pesan Nurul Azizah.

Menurutnya, generasi muda Bojonegoro harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta memiliki karakter dan daya saing tinggi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto turut memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika dan bahaya penyalahgunaannya. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan zat tertentu hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis dengan pengawasan tenaga kesehatan serta berdasarkan resep dokter.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kesadaran para pelajar terhadap ancaman narkoba semakin meningkat. Di saat yang sama, pelayanan administrasi kependudukan diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki kartu identitas elektronik.

Program edukasi dan pelayanan terpadu ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung lahirnya generasi masa depan yang berkualitas.

Share :