Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Daya Saing UMKM, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

by Media Rajawali - 01 Juli 2026, 01:21 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat fondasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Melalui peningkatan kualitas sumber daya pelaku usaha, pemerintah berupaya mendorong produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional sekaligus membuka peluang memasuki pasar internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Citra Produk bagi Pelaku Usaha Potensi Ekspor Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Griya Dharma Kusuma, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam membangun identitas produk yang lebih kompetitif, sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan kualitas, inovasi, dan kekuatan merek.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi meningkatkan nilai tambah produk, mulai dari menjaga konsistensi mutu, membangun identitas merek yang kuat, hingga merancang kemasan yang menarik dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Aspek-aspek tersebut dinilai menjadi elemen penting dalam membentuk citra produk yang profesional sekaligus memperbesar peluang bersaing di pasar ekspor.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan. Menurutnya, peran pemerintah tidak hanya sebatas regulator, tetapi juga menjadi fasilitator yang membuka akses pasar serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha menghadapi dinamika perdagangan modern.

Sebagai pemerintah, salah satu tugas kita adalah memfasilitasi dan menjembatani para pelaku UMKM di Bojonegoro agar mampu berkembang dan memiliki daya saing," ujar Setyo Wahono.

Baca juga:

Ia menjelaskan bahwa kualitas produk tetap menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan. Namun, di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin tingginya kompetisi, tampilan visual melalui desain kemasan menjadi salah satu unsur strategis yang dapat meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap sebuah produk.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi kualitas produk maupun inovasi kemasan. Menurutnya, produk yang berkualitas tinggi dengan penyajian visual yang menarik akan memiliki nilai tambah yang lebih besar serta peluang lebih luas untuk diterima di berbagai segmen pasar.

Selain peningkatan kualitas fisik produk, Setyo Wahono juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan tren dan kebutuhan konsumen. Pelaku usaha dituntut mampu membaca perubahan pasar, mengikuti perkembangan preferensi pelanggan, serta terus menghadirkan inovasi agar produk tetap relevan dan memiliki daya saing jangka panjang.

Kita juga harus selalu berpikiran update, memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen demi kemajuan produk kita," katanya.

Melalui bimbingan teknis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep membangun citra produk, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pemasaran yang efektif sesuai perkembangan dunia usaha. Penguatan aspek branding, inovasi, serta peningkatan kualitas diharapkan menjadi modal penting bagi produk-produk unggulan Bojonegoro untuk memperluas pangsa pasar hingga tingkat internasional.

Program ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah daerah dalam membangun sektor UMKM yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Melalui peningkatan kompetensi pelaku usaha, pendampingan yang berkesinambungan, serta perluasan akses pemasaran, Pemkab Bojonegoro optimistis akan lahir lebih banyak produk lokal berkualitas yang mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Share :