Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Pelayanan Haji, PFK KBIHU Resmi Dikukuhkan untuk Masa Bakti 2026–2030

by Media Rajawali - 17 Juli 2026, 10:03 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pembinaan dan pelayanan ibadah haji melalui penguatan kolaborasi bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta Kementerian Agama. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam prosesi pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PFK KBIHU) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026–2030 yang berlangsung di Hotel Dewarna, Kamis (16/7/2026).

Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua DPW PFK KBIHU Jawa Timur, Habib Abu Bakar Assegaf. Acara diawali dengan pembacaan ikrar pengurus yang kemudian dilanjutkan penandatanganan berita acara pengukuhan oleh Ketua DPD PFK KBIHU Kabupaten Bojonegoro, KH. Sochib Soim, bersama jajaran terkait sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan. Menurutnya, keberadaan PFK KBIHU memiliki posisi strategis sebagai ruang koordinasi yang mampu menyatukan langkah berbagai KBIHU dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun Kementerian Agama sehingga seluruh proses pembinaan calon jemaah haji berjalan lebih terarah, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, melainkan rangkaian ibadah yang membutuhkan persiapan menyeluruh. Selain pemahaman manasik, calon jemaah juga harus memiliki kesiapan mental, kondisi kesehatan yang prima, serta pemahaman yang benar mengenai tata cara pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat Islam.

Baca juga:

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi calon jemaah agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan benar, nyaman, dan khusyuk," ujar Setyo Wahono.

Lebih lanjut, ia menilai dinamika penyelenggaraan ibadah haji akan terus berkembang dan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, KBIHU, serta seluruh pemangku kepentingan agar kualitas pelayanan kepada calon jemaah dapat terus ditingkatkan.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari kelancaran keberangkatan dan kepulangan jemaah, tetapi juga dari kualitas pembinaan yang diberikan sejak sebelum keberangkatan. Pembekalan yang komprehensif diyakini menjadi fondasi penting agar jemaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah secara mandiri, tertib, dan sesuai ketentuan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Bupati, akan terus mendorong berbagai upaya peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi calon jemaah haji. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin efektif sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Sementara itu, Ketua DPD PFK KBIHU Kabupaten Bojonegoro, KH. Sochib Soim, menyampaikan bahwa terbentuknya kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi antar-KBIHU di Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, forum ini diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pelayanan ibadah haji.

Ia menambahkan, sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kementerian Agama, serta Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) akan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terintegrasi, sekaligus menjawab berbagai tantangan penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPD PFK KBIHU Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2030, diharapkan lahir tata kelola organisasi yang semakin profesional, koordinatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Penguatan kolaborasi antar-lembaga tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan, pendampingan, serta pembinaan calon jemaah haji, sehingga masyarakat Bojonegoro dapat menunaikan ibadah dengan kesiapan yang optimal, rasa aman, dan kekhusyukan yang lebih baik.

Share :