Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat UMKM, Pedagang Serabi Terima Bantuan Gerobak untuk Tingkatkan Daya Saing

by Media Rajawali - 30 Juni 2026, 21:51 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), pemerintah menyerahkan bantuan gerobak kepada sembilan pedagang serabi di Pendopo Malowopati, Selasa (30/6/2026), sebagai upaya meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperkuat identitas kuliner khas Bojonegoro.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas penunjang bagi para pelaku usaha, tetapi juga menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap sektor usaha mikro yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak keluarga. Dengan gerobak baru yang lebih representatif, para pedagang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dagangan, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing usahanya.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan daerah yang mengusung semangat Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan. Menurutnya, pengembangan kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan Serabi Bojonegoro berawal dari langkah yang dilakukan Kelurahan Kepatihan dan kini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten. Ke depan, pemerintah berencana menyelenggarakan kontes maupun festival serabi secara rutin sebagai agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kedepan akan ada kontes serabi. Harapannya kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu menarik masyarakat untuk datang ke Bojonegoro. Pemkab akan mendukung setiap pengembangan yang mampu menghadirkan banyak pengunjung. Ini wujud pemerintah hadir agar dagangannya laris, hidupnya berkah dan barokah," ujar Nurul Azizah.

Pelaksana Tugas Kepala Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Ahmadi, menjelaskan bahwa bantuan gerobak tersebut merupakan realisasi komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya disampaikan Wakil Bupati saat kegiatan Umbul Dungo di Kelurahan Kepatihan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha mikro tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga:

Alhamdulillah, hari ini janji tersebut dapat ditepati. Semoga bantuan gerobak ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan usaha para pelaku UMKM," kata Ahmadi.

Lebih lanjut, Ahmadi mengungkapkan bahwa Serabi Bojonegoro kini telah memperoleh Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pengakuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas kuliner tradisional Bojonegoro sekaligus melindungi nilai budaya yang melekat pada produk tersebut.

Ia menambahkan, festival serabi pada masa mendatang akan melibatkan lebih banyak pelaku usaha sehingga mampu memperluas promosi serta memperkokoh posisi Serabi Bojonegoro sebagai salah satu ikon kuliner daerah yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan serabi dari wilayah lain di Indonesia.

Kebijakan tersebut disambut antusias oleh para penerima bantuan. Salah satunya Kasmin, pedagang serabi asal Kelurahan Kepatihan yang telah menjalankan usahanya selama tujuh tahun di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di depan SD Katolik Bojonegoro.

Selama ini Kasmin hanya menggunakan meja sederhana sebagai sarana berjualan. Dengan gerobak baru yang diterimanya, ia optimistis tampilan dagangannya akan menjadi lebih rapi, menarik, dan mampu meningkatkan minat pembeli.

Alhamdulillah. Dulu jualannya di meja, kalau pakai gerobak ini bisa dipajang," tuturnya.

Kasmin mengungkapkan bahwa setiap hari dirinya mengolah sekitar lima kilogram adonan serabi, sementara pada malam akhir pekan produksi meningkat hingga tujuh kilogram untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan harga jual sekitar Rp6.000 per porsi, usaha tersebut menjadi sumber pendapatan utama keluarganya. Ia juga pernah berpartisipasi dalam Festival Serabi yang diselenggarakan Kelurahan Kepatihan.

Melalui program bantuan gerobak ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para pelaku usaha mikro semakin percaya diri mengembangkan usahanya, meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, serta memperkuat eksistensi Serabi Bojonegoro sebagai kuliner tradisional yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan strategi pemerintah dalam mengintegrasikan pengembangan UMKM dengan pelestarian warisan kuliner lokal sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Share :