Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Wisata Berbasis Pertanian Lewat Festival Buah dan Sayuran

by Media Rajawali - 05 Juli 2026, 21:53 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan pertanian dan usaha masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Wisata Buah dan Sayuran di Objek Wisata Galeri Bengawan, Kecamatan Trucuk, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Minggu (5/7/2026).

Festival yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro itu tidak hanya menjadi ruang promosi destinasi wisata daerah, tetapi juga berfungsi sebagai etalase bagi beragam komoditas hortikultura serta produk unggulan desa. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memperkenalkan kekayaan hasil pertanian Bojonegoro kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha mikro.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa keberadaan Galeri Bengawan harus berkembang melampaui fungsi sebagai destinasi rekreasi. Menurutnya, kawasan wisata tersebut perlu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, konsep kemandirian fiskal menjadi fondasi penting dalam pengelolaan destinasi wisata desa. Sebuah kawasan wisata, kata dia, idealnya mampu menghasilkan pendapatan sendiri, membiayai operasionalnya secara mandiri, serta terus berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran pemerintah.

Kemandirian fiskal adalah galeri ini mampu beroperasi, memperoleh pendapatan, kemudian mengelola belanjanya sendiri," ujar Nurul Azizah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mendorong agar Galeri Bengawan memiliki agenda rutin setiap akhir pekan, khususnya pada hari Minggu. Berbagai aktivitas publik seperti senam bersama, pasar buah dan sayuran segar, bazar produk UMKM, hingga pertunjukan seni lokal dinilai mampu menciptakan daya tarik yang berkesinambungan bagi wisatawan.

Baca juga:

Menurutnya, pola kegiatan yang berlangsung secara konsisten akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas manfaat sektor pariwisata hingga ke tingkat desa.

Lebih jauh, Nurul Azizah menilai pengembangan pusat-pusat aktivitas ekonomi di kawasan wisata juga menjadi strategi untuk mengurangi konsentrasi keramaian yang selama ini masih terpusat di wilayah perkotaan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat berlangsung lebih merata di seluruh kecamatan.

Aktivitas ekonomi diharapkan tumbuh merata hingga tingkat kecamatan dan desa," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap dua sektor prioritas pembangunan, yakni kesehatan dan pertanian.

Di bidang kesehatan, pemerintah memastikan program Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan tetap berjalan sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan secara lebih mudah. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menghadirkan empat layanan medis unggulan di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

Sementara pada sektor pertanian, pemerintah terus memperkuat produktivitas melalui pengembangan bibit padi Gamagora, hasil kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sektor pertanian.

Menutup sambutannya, Nurul Azizah berharap Festival Wisata Buah dan Sayuran menjadi titik awal lahirnya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Melalui pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal yang dipadukan dengan penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta terwujudnya desa-desa yang semakin mandiri secara ekonomi.

Share :