Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Rampungkan Penanganan Darurat Longsor di Sambiroto, Aliran Sungai Loro Kembali Normal

by Media Rajawali - 25 Februari 2026, 12:53 WIB

  • Oleh: Budi Hartono 

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan penanganan darurat dampak longsor di bantaran Sungai Loro, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, telah tuntas sepenuhnya. Intervensi cepat yang dimulai pada 13 Februari 2026 itu diselesaikan dalam enam hari, menandai respons terpadu lintas sektor dalam menghadapi ancaman kerusakan infrastruktur dan keselamatan warga.

Longsor yang terjadi di tebing sungai tersebut sempat mengganggu stabilitas bantaran dan mengancam akses masyarakat sekitar. Menyadari urgensi situasi, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dengan fokus pada dua prioritas utama, memulihkan fungsi hidrologis sungai dan memastikan keamanan jalur warga terdampak.

Satu unit alat berat jenis excavator long arm dikerahkan untuk mempercepat evakuasi material longsoran serta melakukan penataan ulang kontur tebing. Di lapangan, tim teknis melaksanakan serangkaian langkah strategis, mulai dari pembersihan sisa material, normalisasi alur sungai, penguatan tebing sementara, pemasangan sesek atau anyaman bambu sebagai penahan darurat, hingga pemulihan akses yang sebelumnya terhambat.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa kecepatan penyelesaian penanganan tidak lepas dari koordinasi intensif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga:

“Kami bergerak cepat segera setelah laporan diterima karena lokasi ini memiliki tingkat urgensi tinggi bagi warga. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama BBWS Bengawan Solo melalui PPK OP IV, Pemerintah Desa Sambiroto, unsur kebencanaan, serta gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo turut memberikan dukungan teknis dalam memastikan penanganan sesuai standar pengelolaan sumber daya air dan pengendalian risiko bantaran sungai.

Helmy menambahkan, langkah yang ditempuh merupakan bentuk penanganan dini untuk mencegah dampak yang lebih luas. Penguatan tebing dengan cerucuk bambu dipasang sebagai solusi sementara guna “mengunci” struktur tanah dan meminimalisir potensi pergerakan lanjutan, khususnya saat intensitas hujan meningkat.

“Fokus utama kami adalah keselamatan dan fungsionalitas. Aliran air kini kembali normal dan akses masyarakat telah pulih. Namun kami tetap mengimbau warga agar waspada dan segera melapor jika terdapat indikasi pergerakan tanah susulan,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperkuat sistem pemantauan pada titik-titik rawan longsor di sepanjang aliran sungai. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi berkelanjutan untuk menjaga ketahanan infrastruktur daerah sekaligus melindungi masyarakat yang bermukim di kawasan bantaran.

Dengan selesainya tahap tanggap darurat ini, stabilitas Sungai Loro di Desa Sambiroto kembali terjaga. Respons cepat yang terukur tersebut menjadi cerminan tata kelola kebencanaan yang responsif, mengutamakan keselamatan publik, keberlanjutan lingkungan, dan kolaborasi sebagai fondasi utama.

Share :