Home Daerah

Pemuda Bojonegoro Bawa Gerakan Antikorupsi NALAR ke Panggung Nasional

by Media Rajawali - 16 Juli 2026, 21:53 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Semangat membangun budaya integritas di kalangan generasi muda terus tumbuh dari daerah. Salah satu representasinya datang dari Kabupaten Bojonegoro melalui Muhammad Faiz Chishomuddin, yang akrab disapa Maz Faa, pemuda yang terpilih mengikuti SINTESIS 2026, sebuah program penguatan kapasitas pemuda antikorupsi tingkat nasional.

Selama lima hari mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, Maz Faa tidak hanya memperoleh pembelajaran mengenai tata kelola yang berintegritas, tetapi juga membawa sebuah gagasan yang telah ia rancang untuk diterapkan di daerah asalnya. Program bertajuk NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas) menjadi konsep utama yang ia tawarkan sebagai upaya membangun kesadaran antikorupsi sejak usia dini melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Bagi Maz Faa, pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, pembangunan karakter dan budaya integritas harus dimulai dari lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

Program NALAR disusun dalam empat tahapan yang saling terintegrasi. Tahap pertama, NALAR Edu, difokuskan pada penguatan pendidikan antikorupsi melalui penyelenggaraan kelas edukatif bagi siswa SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Selain pembelajaran interaktif, program ini juga menghadirkan seminar, talkshow, dan webinar yang dapat dilaksanakan secara luring maupun daring sehingga menjangkau peserta lebih luas.

Tahap kedua adalah NALAR Media, yakni kampanye digital yang memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, WhatsApp, TikTok, dan kanal komunikasi digital lainnya. Melalui pendekatan kreatif, kampanye ini diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan integritas kepada kalangan muda dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan mereka.

Selanjutnya, NALAR Kader diarahkan untuk membentuk kader-kader agen integritas sebagai tindak lanjut dari kegiatan edukasi. Program ini melibatkan sekolah, organisasi kepemudaan, serta berbagai komunitas yang telah dipetakan sebagai mitra strategis. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang mampu menanamkan nilai-nilai antikorupsi secara berkesinambungan.

Tahapan terakhir, NALAR Aksi, menjadi puncak implementasi seluruh rangkaian program. Pada fase ini, para kader dan mitra akan melaksanakan aksi nyata yang memberikan dampak langsung di lingkungan masing-masing sekaligus memperluas jejaring gerakan integritas di Kabupaten Bojonegoro.

Baca juga:

Maz Faa menjelaskan bahwa keseluruhan tahapan tersebut dirancang saling berkaitan sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program ini juga dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Paksi Jawa Timur, Paksi Bojonegoro, Patriot Integritas Muda Jawa Timur, Patriot Integritas Muda Bojonegoro, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Duta Pelajar Antikorupsi Provinsi Jawa Timur, Duta Mahasantri Antikorupsi, serta berbagai organisasi lainnya.

Menurutnya, kesempatan mengikuti SINTESIS 2026 menjadi ruang yang sangat berharga untuk memperkaya wawasan sekaligus memperluas jejaring dalam gerakan antikorupsi.

Bagi saya, lolos sebagai peserta SINTESIS 2026 menjadi wadah menggali ilmu, jejaring, dan pengalaman yang saya peroleh selama SINTESIS 2026 akan saya bawa pulang untuk dikembangkan melalui gerakan NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas)," ujar Maz Faa, Kamis (16/7/2026).

Ia berharap program yang digagasnya dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, serta organisasi kepemudaan sehingga semakin banyak anak muda Bojonegoro yang tampil sebagai agen perubahan sekaligus pelopor budaya integritas di lingkungan masing-masing.

Menurut Maz Faa, keberhasilan membangun masyarakat yang bebas dari praktik korupsi sangat bergantung pada kualitas karakter generasi mudanya. Oleh karena itu, investasi terbesar bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan juga pembentukan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab sejak dini.

Saya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kalau semakin banyak anak muda Bojonegoro yang memilih jujur, peduli, dan berani menjaga integritas, maka itu akan menjadi investasi terbaik bagi masa depan daerah kita," katanya.

Komitmen Maz Faa terhadap pengembangan kepemudaan bukanlah hal baru. Alumnus MTs Abu Darrin Bojonegoro tersebut selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Rekam jejaknya juga diwarnai sejumlah prestasi, di antaranya meraih Juara II Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025, menjadi Awardee Fully Funded International Volunteer and Youth Fellowship Malaysia–Singapore 2026, serta terpilih sebagai pemenang PF-Muda Pertamina Foundation Sekolah Budaya Anak Gang Dolly Surabaya.

Kehadiran Maz Faa di SINTESIS 2026 sekaligus menunjukkan bahwa inisiatif dari daerah memiliki peluang besar memberikan kontribusi pada agenda nasional pemberantasan korupsi. Melalui pendekatan pendidikan, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan media digital, gerakan NALAR diharapkan menjadi model pembinaan karakter yang mampu melahirkan generasi muda Bojonegoro yang berintegritas serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial yang lebih bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

Share :