Home Daerah

Pemuda Bojonegoro Lolos Bootcamp Antikorupsi Nasional KPK, Siap Perkuat Budaya Integritas Generasi Muda

by Media Rajawali - 16 Juli 2026, 22:03 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Komitmen membangun budaya integritas di kalangan generasi muda kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. M. Faiz Chishomuddin, mahasiswa asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, berhasil menembus seleksi nasional dan terpilih sebagai satu dari 50 peserta terbaik dalam Bootcamp Antikorupsi Nasional: Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, pemerintah memberikan apresiasi atas capaian pemuda yang dinilai mampu membawa nama daerah sekaligus memperkuat gerakan antikorupsi di kalangan generasi muda.

Irban Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Inspektorat Kabupaten Bojonegoro sekaligus Penyuluh Antikorupsi (PAKSI), Rahmat Junaidi, mengatakan bahwa sosok yang akrab disapa Maz Faa itu selama ini telah aktif mendukung berbagai program edukasi integritas yang digelar Inspektorat maupun komunitas Penyuluh Antikorupsi.

Menurut Rahmat, keterlibatan Faiz dalam sejumlah kegiatan, seperti Patriot Integritas Muda Provinsi Jawa Timur dan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), menunjukkan konsistensinya dalam mengampanyekan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.

Harapannya, Faiz bisa menjadi salah satu pemuda teladan sekaligus pelopor gerakan antikorupsi di lingkungannya, khususnya bagi generasi muda Bojonegoro," ujar Rahmat, Kamis (16/7/2026).

Program SINTESIS merupakan agenda tahunan KPK yang dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui program tersebut, KPK berupaya mencetak pemimpin muda yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip antikorupsi, tetapi juga mampu menginisiasi perubahan nyata melalui gerakan integritas di daerah asal masing-masing.

Untuk menjadi peserta, setiap calon harus melewati rangkaian seleksi yang kompetitif. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, wawancara daring, bimbingan teknis interaktif, hingga presentasi rencana aksi integritas yang akan dijalankan setelah program selesai.

Baca juga:

Rahmat mengungkapkan, keberhasilan Faiz lolos hingga tahap akhir menjadi bukti bahwa kapasitas dan gagasan yang dimilikinya mampu meyakinkan tim seleksi KPK.

Alhamdulillah, setelah melalui seluruh proses seleksi hingga tahap akhir, Faiz berhasil meyakinkan KPK untuk mengikuti kegiatan tersebut," katanya.

Pelaksanaan Bootcamp SINTESIS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–24 Juli 2026. Selama lima hari, para peserta dari seluruh Indonesia akan mengikuti serangkaian pembelajaran, diskusi, praktik lapangan, serta penguatan jejaring di sejumlah lokasi strategis, di antaranya Gedung Merah Putih KPK, Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Bapekom PU Wilayah IV Bandung, serta Politeknik STIA LAN Jakarta.

Bagi Faiz, keikutsertaan dalam program tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan momentum untuk membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bojonegoro.

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya itu menegaskan bahwa seluruh pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti bootcamp akan diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui gerakan NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas).

Pengalaman yang saya peroleh selama SINTESIS 2026 akan saya bawa pulang untuk dikembangkan melalui gerakan NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas)," ujar Faiz.

Gerakan tersebut dirancang sebagai wadah edukasi publik mengenai pentingnya integritas melalui kampanye kreatif, kegiatan literasi antikorupsi, hingga kaderisasi agen-agen integritas di kalangan generasi muda Bojonegoro.

Dalam jangka panjang, Faiz juga berkomitmen membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat sipil. Sinergi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya jujur, bertanggung jawab, serta menjadikan integritas sebagai karakter yang melekat pada generasi muda.

Keberhasilan M. Faiz Chishomuddin menembus program nasional KPK tidak hanya menjadi prestasi individual, tetapi juga mencerminkan semakin besarnya kontribusi pemuda Bojonegoro dalam mendorong tata kelola yang bersih dan berintegritas. Di tengah tantangan pemberantasan korupsi yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa, lahirnya figur-figur muda seperti Faiz memberikan harapan bahwa perubahan dapat dimulai dari kesadaran, pendidikan, dan aksi nyata yang tumbuh dari tingkat lokal menuju panggung nasional.

Share :