Home Daerah

Pengurus ICMI Orda Bojonegoro 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Wahono Dorong Kebijakan Berbasis Data dan Riset

by Media Rajawali - 17 Juli 2026, 13:57 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat kemitraan dengan kalangan akademisi dan intelektual melalui pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro masa bakti 2026–2031. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi dalam merumuskan kebijakan publik yang berbasis data, riset ilmiah, serta kebutuhan nyata masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Angling Dharma Lantai 2, Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (17/7/2026), dan dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran pengurus ICMI Jawa Timur, akademisi, tokoh masyarakat, serta para cendekiawan dari berbagai bidang.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho. Selanjutnya, Dr. Arief Januwarso secara resmi dilantik sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro bersama jajaran pengurus yang akan mengemban amanah organisasi hingga 2031.

Pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menandai dimulainya babak baru peran ICMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan gagasan, rekomendasi, serta inovasi yang dapat memperkuat arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pemaparannya, Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, menegaskan bahwa kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kontribusi intelektual terhadap pembangunan daerah.

Di antara program yang akan dijalankan ialah ICMI Mengajar, pengembangan podcast edukatif, hingga penyusunan policy brief sebagai rekomendasi kebijakan berbasis kajian akademik. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat budaya riset, mendorong inovasi, memberdayakan masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

Berbagai program telah kita siapkan, di antaranya ICMI Mengajar, podcast, hingga policy brief untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro melalui penguatan kajian ilmiah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho, menilai pelantikan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab besar bagi para cendekiawan Muslim untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga:

Ia mengingatkan bahwa keberadaan ICMI harus diwujudkan melalui karya, pemikiran, dan pengabdian, bukan sekadar aktivitas organisasi.

Selamat kepada seluruh pengurus. Hari ini kita sedang memulai jihad intelektual bersama. Ini adalah pertanda baik, sebuah isyarat agar ICMI benar-benar hadir membersamai masyarakat, mengawal kebijakan, menghadirkan gerakan yang menginspirasi, dan tidak sekadar menjadi organisasi yang ada, tetapi mampu memberikan sesuatu yang nyata bagi umat dan daerah," kata Pitono.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan sekaligus mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang dipercaya memimpin organisasi lima tahun ke depan.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, dan kalangan profesional agar setiap kebijakan memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan melalui pendekatan berbasis data, hasil penelitian, dan analisis akademik yang objektif.

Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Jangan ojo dumeh. Mari kita bersinergi, saling sinau bareng sehingga berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah daerah memiliki landasan akademik yang kuat serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Setyo Wahono.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan administratif, tetapi memerlukan dukungan pemikiran kritis, inovasi, serta partisipasi aktif dari kalangan intelektual dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Dengan kepengurusan baru tersebut, ICMI Orda Bojonegoro diharapkan mampu menjadi ruang berhimpunnya para cendekiawan Muslim untuk melahirkan gagasan-gagasan progresif yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas intelektual diyakini akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pembangunan, serta mempercepat terwujudnya Bojonegoro sebagai daerah yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang partisipatif serta berlandaskan ilmu pengetahuan.

Share :