- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat fondasi Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) dengan meningkatkan kapasitas para penerima manfaat. Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), pemerintah daerah menggelar bimbingan teknis (bimtek) secara serentak di tiga lokasi, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Dander, Pendopo Kecamatan Sumberrejo, serta Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo. Sebanyak 242 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program GAYATRI Tahun 2026 mengikuti pembekalan yang dirancang untuk memperkuat pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengelola usaha peternakan ayam petelur.
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, mengatakan pelaksanaan bimtek secara serentak menjadi bagian dari strategi percepatan pembekalan bagi para penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan KPM dalam mengelola budidaya secara tepat, efisien, dan berkelanjutan.
Bimtek GAYATRI dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada KPM agar mampu memelihara ayam petelur dengan baik dan benar, sehingga program ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Di Pendopo Kecamatan Dander, sebanyak 80 KPM mengikuti bimtek. Mereka berasal dari Desa Dander, Growok, Jatiblimbing, Karangsono, Ngraseh, Ngunut, Sendangrejo, dan Sumberarum.
Sementara itu, kegiatan di Pendopo Kecamatan Sumberrejo diikuti 80 KPM dari Desa Bogangin, Deru, Jatigede, Karangdowo, Pakuwon, Sumberrejo, Talun, dan Sumuragung.
Adapun 82 KPM lainnya mengikuti pelatihan di Balai Desa Sambongrejo. Peserta berasal dari Desa Sambongrejo, Kedungrejo, Mlinjeng, Kayulemah, Tlogohaji, Tulungrejo, Ngampal, dan Butoh.
Baca juga:
Materi yang diberikan dalam bimtek mencakup sejumlah aspek penting dalam pengelolaan peternakan ayam petelur. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan kandang, manajemen pemeliharaan, pemberian pakan, teknik pencampuran pakan semi self mixing, pengendalian kesehatan ternak, hingga penanganan pascapanen.
Selain aspek teknis, penguatan kelembagaan kelompok ternak juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong para KPM untuk tidak hanya menjalankan usaha secara individual, tetapi juga membangun kerja sama yang lebih kuat dalam mengelola usaha peternakan.
Menurut Indra, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan Program GAYATRI. Dengan pemahaman yang memadai, para penerima manfaat diharapkan mampu mengelola peternakan secara mandiri serta merespons berbagai tantangan dalam budidaya ayam petelur.
Harapannya, para KPM dapat menerapkan seluruh materi yang diperoleh sehingga budidaya ayam petelur berjalan dengan baik,” katanya.
Lebih jauh, program tersebut ditargetkan memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan ketahanan pangan daerah. Peningkatan populasi ayam petelur dan produksi telur diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pasokan telur di Bojonegoro, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan mendukung pengendalian inflasi.
Di sisi lain, meningkatnya produksi telur juga berpotensi memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat.
Dengan demikian, target peningkatan populasi ayam petelur dan produksi telur di Bojonegoro dapat tercapai, sekaligus mendukung ketersediaan pasokan telur, membantu pengendalian inflasi, meningkatkan asupan gizi masyarakat, serta menambah pendapatan keluarga penerima manfaat,” pungkasnya.
Melalui penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan, Program GAYATRI diharapkan tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi berkembang menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan kemandirian peternak, memperkuat ketahanan pangan, dan memberi manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima.