- Sumber : PJI Bojonegoro
NGANJUK, — Semangat kebersamaan lintas sektor mengemuka dalam peringatan Hari Jadi ke-1089 Kabupaten Nganjuk yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Nganjuk pada Minggu (12/4/2026). Bertempat di Pendopo Alun-Alun Berbek, kegiatan ini menghadirkan suasana yang tidak hanya seremonial, tetapi juga sarat makna sosial dan kelembagaan.
Acara yang dikemas dalam nuansa halal bihalal tersebut menjadi ruang temu berbagai elemen strategis daerah, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, insan pers, hingga masyarakat umum. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan upaya membangun kohesi sosial yang lebih luas dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Inisiatif kegiatan ini digagas oleh Ketua DPC PJI Nganjuk, Impi Yusnandar, yang sebelumnya berkoordinasi dengan Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori. Dukungan dari tingkat pusat menandai pentingnya peran organisasi pers dalam memperkuat relasi antara media, pemerintah, dan masyarakat sipil.
Dalam pandangan Hartanto Boechori, jurnalisme tidak semata berfungsi sebagai medium penyampai informasi, melainkan juga sebagai aktor penghubung yang mampu menjembatani kepentingan publik dengan kebijakan pembangunan. Pernyataan ini menegaskan pergeseran peran pers ke arah yang lebih partisipatif dalam tata kelola daerah.
Meskipun Bupati Nganjuk berhalangan hadir karena agenda kedinasan, jalannya acara tetap berlangsung dinamis. Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), aparat TNI-Polri, kepala desa, serta berbagai perwakilan media turut memadati lokasi kegiatan.
Baca juga:
Mengusung tema “Condro Geni Memayu Hayuning Bawono Menuju Nganjuk Melesat,” rangkaian acara dimulai sejak pagi hari melalui kegiatan senam bersama yang melibatkan ratusan peserta. Atmosfer kebudayaan turut diperkuat dengan penampilan seni rebana dan tarian tradisional yang dibawakan oleh pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas di wilayah Nganjuk.
Sepanjang kegiatan berlangsung, interaksi yang terbangun menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi. Kehangatan sosial yang tercipta tidak hanya memperlihatkan solidaritas komunitas, tetapi juga mencerminkan efektivitas pendekatan inklusif dalam membangun komunikasi publik.
Dalam sambutannya, Impi Yusnandar menekankan bahwa momentum ini harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia menyebut pers sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi dan mendorong percepatan pembangunan daerah.
Pers memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan informasi yang akurat sekaligus menjadi bagian dari solusi pembangunan. Sinergi dengan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar Nganjuk benar-benar dapat melesat,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Nganjuk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, hiburan musik, serta pembagian 100 botol jamu gratis yang disediakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, sebuah langkah yang sekaligus menegaskan dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.
Apresiasi dari pengurus pusat PJI turut menggarisbawahi keberhasilan penyelenggaraan acara ini. Harapan disampaikan agar semangat “Nganjuk Melesat” tidak berhenti pada retorika, melainkan terimplementasi dalam kebijakan dan aksi nyata yang berkelanjutan.
Melalui peringatan ini, PJI Nganjuk menegaskan kembali posisinya dalam ekosistem pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai katalisator yang mendorong kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks tersebut, pers tampil sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat fondasi sosial dan institusional di tingkat lokal.