Home Daerah

PLN dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Keandalan Listrik Lewat Marathon MAX 2026

by Media Rajawali - 20 Mei 2026, 16:00 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama PT PLN (Persero) UP3 Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan listrik melalui pelaksanaan Marathon MAX 2026 yang digelar di kawasan Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan jaringan listrik skala besar yang dilakukan PLN guna meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan borderless, yakni kolaborasi lintas unit PLN dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat keandalan distribusi energi listrik.

Manager PLN UP3 Bojonegoro, Danang Setiawan, menjelaskan bahwa pemeliharaan difokuskan pada penyulang Mojoranu yang merupakan salah satu jalur vital distribusi listrik di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, penyulang tersebut melayani lebih dari 23 ribu pelanggan yang tersebar di 23 desa dengan beban rata-rata mencapai 4,1 megawatt. Karena itu, langkah pemeliharaan dinilai penting untuk memastikan pasokan listrik tetap aman, stabil, dan optimal di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.

Penyulang Mojoranu menjadi salah satu jalur strategis distribusi listrik di Bojonegoro. Pemeliharaan ini dilakukan agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga serta mampu meminimalkan potensi gangguan jaringan,” ujarnya.

Adapun wilayah yang menjadi prioritas pemeliharaan meliputi Kecamatan Dander, Bubulan, Temayang, sebagian Kapas, hingga Sukosewu.

Dalam kegiatan tersebut, PLN menerjunkan sebanyak 139 personel gabungan dari berbagai unit di Jawa Timur. Mereka berasal dari UP3 Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Barat, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Madiun, Kediri, serta mendapat dukungan dari UP2D Jawa Timur.

Baca juga:

Pemeliharaan jaringan difokuskan pada perapian vegetasi dan pemangkasan pohon di sekitar jalur distribusi listrik yang berpotensi mengganggu jaringan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, seluruh personel juga diwajibkan menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat selama proses pemeliharaan berlangsung.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga keberlanjutan layanan energi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan listrik kini tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga pertumbuhan pembangunan daerah.

Apel bersama ini menunjukkan sinergi yang sangat baik antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kami berharap proses pemeliharaan berjalan maksimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menjaga estetika lingkungan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan kelestarian lingkungan. Karena itu, proses penataan vegetasi di sekitar jaringan listrik diharapkan tetap mengacu pada prosedur operasional yang memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut mengapresiasi keterlibatan personel lintas daerah dalam Marathon MAX 2026 yang dinilai menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kolaborasi antarwilayah demi menjaga keandalan pasokan listrik di Bojonegoro.

Melalui kegiatan tersebut, PLN berharap kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat semakin meningkat, potensi gangguan jaringan dapat ditekan, serta pasokan energi listrik tetap terjaga secara aman, stabil, dan berkelanjutan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Share :