Home Daerah

Polres Bojonegoro Tanam Jagung Dukung Program Asta Cita, Sinergi Lintas Sektor Menuju Kemandirian Pangan Nasional

by Media Rajawali - 09 Oktober 2025, 06:55 WIB

Bojonegoro, Jawa Timur – Sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro kembali melaksanakan kegiatan penanaman jagung untuk Kuartal IV tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (8/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K., beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro. Turut hadir pula perwakilan dari Kodim 0813 Bojonegoro, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Perhutani, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, Pemerintah Desa Ngampel, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Kapas, kelompok tani, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bojonegoro dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lahan desa secara produktif. Penanaman jagung tersebut tidak hanya menjadi kegiatan simbolik, tetapi juga wujud konkret kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis agraria di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pangan nasional tidak dapat dicapai tanpa kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung program Asta Cita. Kegiatan ini merupakan langkah bersama menuju kemandirian pangan melalui penanaman jagung. Sinergi seperti ini harus terus kita rawat agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Kapolres.

Baca juga:

Afrian menambahkan, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi lahan yang luas dan subur, sehingga dapat menjadi salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur. Melalui pemanfaatan lahan produktif seperti TKD Ngampel, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari hasil panen, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

Lebih jauh, Kapolres menilai bahwa Asta Cita merupakan program visioner yang menghubungkan antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi rakyat. Dengan pendekatan agroforestri, masyarakat dapat mengembangkan kegiatan pertanian yang ramah lingkungan sekaligus berdaya saing.

“Melalui pendekatan agroforestri dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, masyarakat memperoleh manfaat ganda: ekonomi yang meningkat dan lingkungan yang tetap lestari. Inilah hakikat dari pembangunan yang berimbang,” jelasnya.

Kapolres Bojonegoro berharap kegiatan penanaman jagung ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut berpartisipasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Baginya, langkah sederhana seperti menanam jagung memiliki makna strategis dalam mewujudkan visi besar kedaulatan pangan Indonesia.

“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar menuju ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama yang memadukan kerja keras, sinergi, dan visi berkelanjutan, dari desa, untuk Indonesia.

  • Laporan: Budi Hartono | Sumber: Humas Polres Bojonegoro

Share :