- Sumber : Humas Polres Bojonegoro
BOJONEGORO — Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro menerima 11 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan ke-58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita Tahun 2026 untuk mengikuti program Latihan Kerja (Latja), Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, serta memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika tugas kepolisian di lapangan.
Prosesi penerimaan berlangsung melalui upacara pembukaan yang dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, di halaman Mapolres Bojonegoro. Kehadiran para taruna menandai dimulainya fase pembelajaran lapangan yang bertujuan mengintegrasikan teori akademik dengan praktik kepolisian yang sesungguhnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Bojonegoro menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Latja. Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti latihan kerja di satuan kewilayahan harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memahami secara langsung kompleksitas tugas kepolisian di tengah masyarakat.
Menurutnya, Latihan Kerja merupakan tahapan strategis dalam sistem pendidikan Akademi Kepolisian. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para taruna dalam menghadapi berbagai situasi operasional, mulai dari pelayanan masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, hingga penegakan hukum yang menjadi fungsi utama institusi Polri.
Baca juga:
Selama Latja harapannya memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi.
Selain menekankan aspek kompetensi teknis, Kapolres juga mengingatkan para taruna agar senantiasa menjunjung tinggi disiplin, etika, serta tata tertib selama menjalani program latihan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter calon perwira yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama bertugas di lingkungan Polres Bojonegoro akan menjadi bekal penting bagi para taruna untuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Interaksi langsung dengan personel kepolisian maupun masyarakat diharapkan dapat memperkaya perspektif mereka terhadap tantangan tugas yang terus berkembang.
Program Latihan Kerja juga menjadi wadah untuk menguji kesiapan mental, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan dalam berbagai kondisi lapangan. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman tersebut, para taruna diharapkan mampu mengembangkan kemampuan profesional yang selaras dengan tuntutan pelayanan publik modern.
Penerimaan 11 Taruna Akpol Tingkat III ini sekaligus mencerminkan komitmen Polres Bojonegoro dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia Polri yang unggul. Dengan perpaduan antara pembelajaran akademik dan pengalaman operasional, para calon perwira diharapkan mampu tampil sebagai sosok pemimpin kepolisian yang humanis, responsif, serta memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Program Latihan Kerja tersebut akan berlangsung dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh Akademi Kepolisian sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, sebelum para taruna melanjutkan tahapan pembelajaran berikutnya menuju pengabdian sebagai perwira Polri di masa depan.