- Sumber : Humas Polres Bojonegoro || Oleh : Budi Hartono
Bojonegoro, — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM-SPSI) di depan Kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/11/2025), berlangsung dalam suasana damai dan tertib. Di tengah riuhnya orasi dan spanduk tuntutan, tampak pemandangan berbeda yang menyita perhatian publik, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Bojonegoro dengan sigap membagikan air mineral kepada para demonstran.
Tindakan sederhana itu memancarkan pesan mendalam tentang kemanusiaan dan empati. Para Polwan, yang mengenakan seragam lengkap dengan senyum ramah, memilih untuk mendekat, duduk di antara massa, serta menjalin percakapan santai. Suasana yang biasanya tegang dalam aksi unjuk rasa pun berubah menjadi akrab dan penuh penghargaan.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bojonegoro, IPDA Ria Dirgahayu, menuturkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis yang menjadi arahan langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.
- “Polri hadir bukan semata untuk mengamankan, tetapi juga melayani dan menunjukkan kepedulian. Membagikan air mineral ini adalah simbol kemitraan, bahwa polisi dan masyarakat adalah satu tim dalam menjaga kedamaian,” ujar IPDA Ria kepada awak media, usai kegiatan pengamanan.
Baca juga:
Menurutnya, seluruh personel Polres Bojonegoro telah mendapatkan instruksi tegas untuk mengedepankan pendekatan dialogis dan empati dalam setiap kegiatan lapangan, khususnya pengamanan aksi massa. Prinsip “Polisi sebagai sahabat rakyat” diharapkan benar-benar dirasakan dalam setiap momen interaksi.
Sikap simpatik tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta aksi. Salah seorang perwakilan buruh menyampaikan apresiasi atas perilaku ramah para aparat.
- “Kami merasa dihormati. Polisi tidak hanya berdiri sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga hadir sebagai sesama manusia yang peduli,” ujarnya dengan nada haru.
Situasi kondusif yang terjaga selama aksi berlangsung menjadi bukti nyata bahwa komunikasi terbuka antara aparat dan masyarakat mampu mengikis ketegangan. Tanpa perlu tindakan represif, unjuk rasa dapat berjalan damai, aspiratif, dan bermartabat.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak-hak warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Dalam perspektif yang lebih luas, aksi berbagi air mineral itu mencerminkan nilai kemanusiaan universal, bahwa keamanan sejati tidak hanya dibangun dengan kekuatan, tetapi juga dengan empati dan kepedulian.
Dengan semangat itu, Polres Bojonegoro berharap setiap ruang demokrasi di Indonesia dapat terus tumbuh dalam suasana saling menghormati, di mana aparat dan rakyat berdiri berdampingan menjaga perdamaian serta martabat bangsa.